Mahasiswa Ajari Disabilitas soal Mitigasi

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa Ajari Disabilitas soal Mitigasi
Ratusan peserta Disabilitas dari tiga kecamatan di Pidie melakukan jalan santai pada kegiatan menyambut hari Disabilitas Internasional, Minggu (3/12/2017). SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL 

BANDA ACEH - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat Monopoli Bencana (PKM-M Monca) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), mengajari 39 penyandang disabilitas tentang mitigasi bencana. Kegiatan selama seminggu itu dilaksanakan di UPTD Rumoh Sejahtra Beujroh Meukarya (RSBM), Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar di akhir Mei 2018.

Tim PKM-M Monca diketuai Dessy Maharani dari jurusan Teknik Sipil, dan tiga anggotanya yaitu Devi Arhami Putri dari Pendidikan Matematika, Sry Audian Ansari dari Pendidikan Dokter, dan Kiki Setiawan dari Teknik Sipil. Tim tersebut dibimbing oleh Dr Ir Mochammad Afifuddin MEng, dimana programnya didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) RI.

Anggota Tim PKM-M Monca, Kiki Setiawan kepada Serambi, Jumat (1/6) mengatakan, melalui kegiatan itu pihaknya mengajak penyandang disabilitas (netra) untuk berpartisipasi dalam upaya penanggulangan bencana. “Kegiatan ini terdiri atas dua tahapan inti yaitu sosialisasi dan permainan monopoli bencana (monca),” ujarnya.

Dia mengatakan, tim memaparkan materi terkait mitigasi bencana lewat suara yang bisa didengar oleh tuna netra. Selanjutnya monca, game monopoli khusus bencana yang dilengkapi braille, digunakan agar para disabilitas lebih memahami mitigasi bencana. “Lewat game ini mereka seakan mengalami langsung bencana itu. Sehingga menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pengetahuan mitigasi bencana,” jelas Kiki.

Menurut mahasiswa Teknik Sipil ini, belum adanya program khusus terkait mitigasi bencana bagi penyandang disabilitas netra menjadi dasar kegiatan itu. Padahal, lanjutnya, tuna netra termasuk kelompok masyarakat yang rentan menjadi korban bencana. “Kami juga memberikan pretest dan posttest yang berisi berbagai pertanyaan mengenai mitigasi bencana,” kata dia.

Adapun program PKM-M Monca memiliki tiga sub-program, yakni perancangan buku saku mitigasi bencana khusus dengan tulisan braille, perancangan permainan monopoli bencana yang dilengkapi braille, serta sosialisasi tentang mitigasi. “Buku dan alat bermain Monca akan diserahkan kepada pengurus UPTD RSBM untuk mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help