Pelajar Banda Aceh Luncurkan Buku ‘Suara Remaja Koetaradja’

Sekelompok remaja di Kota Banda Aceh, yang masih duduk di bangku SMP dan SMA, berusia 11 sampai 16 tahun

Pelajar Banda Aceh Luncurkan  Buku ‘Suara Remaja Koetaradja’
PELAJAR SMP dan SMA yang menggarap buku antologi puisi, berjudul ‘Suara Remaja Koetaradja’ foto bersama di halaman Rumah Lembaga Fonem, kawasan Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, seusai peluncuran buku tersebut. Kamis (31/5).FOTO/IST 

BANDA ACEH - Sekelompok remaja di Kota Banda Aceh, yang masih duduk di bangku SMP dan SMA, berusia 11 sampai 16 tahun, menerbitkan sebuah buku antologi puisi berjudul “Suara Remaja Koetaradja”. Hasil karya bersama yang melibatkan 88 remaja Kota Banda Aceh itu, telah diluncurkan di Rumah Lembaga Fonem, kawasan Lambhuk Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis (31/5).

Inisiator penerbitan buku Antologi Puisi, Alhusni Aris, menjelaskan, keberkahan dari bulan suci Ramadhan tahun ini, melahirkan sekelompok remaja Kota Banda Aceh meluncurkan satu buku antologi puisi karya mereka bersama yang diberi judul Suara Remaja Koetaradja.

Buku kumpulan puisi yang memuat 185 judul itu merupakan karya 88 pelajar SMP dan SMA. Mereka membutuhkan penggarapan sekitar 3 bulan, mulai proses pengumpulan bahan sampai finishing, dimana buku telah siap dicetak. “kumpulan puisi itu lahir dari ruang kontemplasi remaja gabungan pelajar SMP dan siswa SMA Kota Banda Aceh yang memerlukan proses berbulan-bulan,” ujar Alhusni kepada Serambi, Jumat (1/6).

Dijelaskan, saat peluncuran buku antologi puisi, sebagian besar dari penulis ikut hadir. Alhusni menjadi pembicara di peluncuran tersebut. “Ini awal yang baik bagi remaja. Memulai menjadi penulis tidaklah sulit. Kalian hanya perlu menuangkan isi pikiran kalian, tanpa perlu memikirkannya. Ketika pengalaman itu semakin bertambah, baru kemudian mulai kalian pikirkan,” paparnya di hadapan penulis yang hadir.

Ia pun memotivasi para penulis dengan mengungkapkan buku kampulan antologi puisi yang diluncurkan itu banyak nama pelajar yang ada di dalam satu buku. Harapannya, ke depan masing-masing penulis itu memiliki karya, dimana di dalam satu buku hanya ada satu nama.

“Usia para penulis buku antologi puisi ini, mulai 11 sampai 16 tahun. Bahkan satu di antara penulis yang paling muda, yaitu atas nama Putri Mulia Aris 11 tahun. Putri selama ini bersekolah di Pesantren Modern Darul Ulum Banda Aceh dan ikut andil dalam karya itu dengan judul puisi ‘Membaca dan Sebelum Pulang’,” ungkap Alhusni.

Ia pun menerangkan semua penulis merupakan penulis pemula dan baru menekuni dunia kepenulisan. “Belum ada pengalaman yang mumpuni dalam hal penulisan. Mereka pelajar dan siswa-siswi yang polos. Tetapi memiliki cita-cita dan harapan besar ke depan untuk Aceh. Karena di dalam seluruh puisi itu didominasi untaian kata dan kepedulian mereka untuk tanah kita ini, Serambi Mekkah. Kita harapkan seluruh remaja di Banda Aceh, termotivasi,” pungkas Alhusni.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved