Tamiang Moratorium HGU Kelapa Sawit

Bupati Aceh Tamiang mengeluarkan instruksi pelarangan pembukaan izin baru HGU perkebunan sawit

Tamiang Moratorium HGU Kelapa Sawit
Mongabay Indonesia / Junaidi Hanafiah
Alat berat yang dipakai untuk membuka perkebunan kelapa sawit di Suaka Margasatwa Rawa Singkil. 

KUALASIMPANG – Bupati Aceh Tamiang mengeluarkan instruksi pelarangan pembukaan izin baru HGU perkebunan sawit di daerah hulu Tamiang yang berdekatan dengan hutan Lauser.

Pelarangan pemberian izin HGU baru ini untuk menjaga kawasan ekosistem Lauser di Tamiang sebagai daerah resapan air, yang bermanfaat bagi manusia dan makhluk lainnya.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil SH MKn kepada Serambi, Jumat (1/6) mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi moratorium terhadap izin kebun sawit baik masyarakat maupun perusahaan. “Ketentuan sekarang lahan di atas 25 Ha harus memiliki izin,” ujarnya.

Namun bagi perusahaan kelap sawit yang sudah lama keluar izin HGUnya dibolehkan. Yang tidak boleh izin lahan baru. Di sekitar lahan berdekatan dengan kawasan ekosistem lauser, ada juga warga secara pribadi membuka lahan kebun sawit. Kini sebagian besar pohon sawit mereka butuh peremajaan. “Hanya saja kondisi petani tradisional kita minim modal untuk melakukan peremajaan kembali. Selama masa peremajaan mereka juga butuh biaya hidup minimal selama empat tahun,” ujarnya.

Karena itu lahan seperti ini jika berada dekat dengan sumber air didorong menjadi lahan sawah, karena hasil produksi padi lebih menguntungkan dibandingkan tanaman sawit atau tanaman lainnya.

Hadirnya perusahaan perkebunan puluhan tahun juga tidak meningkatkan kesejahteraan warga Tamiang. Angka kemiskinan di Aceh Tamiang sampai saat ini masih di atas rata-rata nasional, yakni 11 persen. Dari luas Kabupaten Aceh Tamiang 1.957,02 km2, sekitar 80 persen sudah dikuasai lahan HGU perusahaan, khususnya perusahaan kelapa sawit. Kondisi itu menyulitkan pemerintah dalam pengadaan tanah untuk pembangunan dan pengembangan fasilitas publik. Keberadaan perkebunan kelapa sawit selama ini juga menghadirkan persoalan baru di Aceh Tamiang seperti banjir, kekeringan, longsor, dan konflik sosial. (md)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved