Tiga Calon Dirut PD Bina Usaha Ikut Fit and Proper Test

Tiga dari empat calon direktur utama (dirut) Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha Aceh Utara dinyatakan lolos tahapan seleksi

Tiga Calon Dirut PD Bina Usaha Ikut Fit and Proper Test
Shutterstock
Ilustrasi 

LHOKSUKON - Tiga dari empat calon direktur utama (dirut) Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha Aceh Utara dinyatakan lolos tahapan seleksi wawancara oleh tim penguji pada Rabu-Kamis (30-31/5), mengikuti fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di Gedung DPRK Aceh Utara sebagai tahapan terakhir seleksi. Masing-masing adalah, Almuzakir, TS Sani, dan T Asmoni. Sedangkan satu calon lagi atas nama H Iskandar Ali sudah mengundurkan diri.

Untuk diketahui, penjaringan dirut PD Bina Usaha dilakukan untuk menggantikan Yusuf Abdullah yang sudah mengundurkan diri sekaligus guna mempersiapkan perusahaan daerah itu ikut dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Proses seleksi sudah dimulai pada Maret 2017 lalu. Namun, prosesnya tertunda karena pertanyaan panitia khusus kepada dewan pengawas tidak mendapat jawaban.

Sebab itu, dewan pengawas berencana akan meminta rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh, untuk menanyakan apakah layak perusahaan tersebut dioperasikan kembali. Soalnya, jumlah dana penyertaan modal untuk PD Bina Usaha dari tahun 1989 sampai 2009 mencapai 46 miliar lebih. Namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perusahaan tersebut untuk pemkab cuma Rp 929,5 juta.

“Pada Rabu kemarin, calon direktur menyampaikan visi dan misi di hadapan komisi C DPRK Aceh Utara. Lalu pada Kamis, ketiganya mengikuti tahapan wawancara. Jadi setelah dua tahapan ini, Komisi C akan menyerahkan nama-nama ketiga calon ini ke pimpinan dan selanjutnya pimpinan ke bupati untuk ditetapkan,” ujar anggota Komisi C DPRK Aceh Utara, Dr Zainuddin IBA kepada Serambi, kemarin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Abdul Mutaleb MAP kepada Serambi, kemarin, menerangkan, siapapun nantinya yang ditetapkan bupati menjadi direktur PD Bina Usaha, tidak mengharapkan suntikan dana dari APBK seperti sebelumnya. “Kali ini PD Bina Usaha harus mandiri, kita tak akan menyetujui lagi penyertaan modal karena kita tidak ingin PD Bina Usaha itu menjadi benalu atau parasit. Karena itu, siapapun yang ditetapkan nantinya harus siap dengan tantangan tersebut,” tukas Abdul Mutaleb.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved