Ramadhan 1439 H

Apa Ciri Malam Lailatul Qadar dan Orang yang Telah Mendapatkannya? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Banyak ulama yang mengatakan malam lailatul qadar datang di sepertiga bulan Ramadhan.

Apa Ciri Malam Lailatul Qadar dan Orang yang Telah Mendapatkannya? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
kolase Serambinews.com

“Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403).

Pada malam ini Allah akan membuka pintu ampunan dosa.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Masihkah Anda rela melewati malam lailatul qadar?

Sudah sepatutnya seorang muslim bersemangat dalam menelusuri suatu malam yang memiliki keistimewaan seperti ini.

Baca: Cegah Dehidrasi Saat Puasa dengan 5 Minuman Sehat Ini

Baca: Merasa Terganggu Adanya Sholawatan, Seorang Bule Datangi Rumah Ustaz Sambil Marah-marah

Sementara itu,  Nabi Muhammad SAW bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan amalan-amalan melebihi waktu lainnya. Sebagaimana yang istri beliau Ummul Mu’minin Aisyah RA pernah katakan :

يَجْتَهِدُفِىالْعَشْرِالأَوَاخِرِمَالاَيَجْتَهِدُفِىغَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

Baca: Roy Kiyoshi Tiba-tiba Minta Dewi Perssik Segera Hamil, Jika Tidak Hal Ini Akan Terjadi

 
Aisyah RA juga berkata :

كَانَالنَّبِىُّ – صلىاللهعليهوسلم – إِذَادَخَلَالْعَشْرُشَدَّمِئْزَرَهُ،وَأَحْيَالَيْلَهُ،وَأَيْقَظَأَهْلَهُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Maka sudah seharusnya kita mengikuti apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad SAW di sepertiga malam terakhir bulan ramadhan, agar kita lebih dekat dengan Allah SWT dan memperoleh kemuliaan atau keutamaan malam Lailatul Qadar. (*)

Baca: Video Musiknya Ditonton Ratusan Juta Kali, Sabyan Gambus Tak Menyangka Bisa Populer

Penulis: faisal
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help