Tragedi Salah dan Asa The Pharaohs

GEMURUH yel yel dukungan kepada Liverpool yang membahana di kawasan Liberation Square (Midan el Tahreer)

Tragedi Salah dan Asa The Pharaohs

GEMURUH yel yel dukungan kepada Liverpool yang membahana di kawasan Liberation Square (Midan el Tahreer) salah satu daerah jantung kota Kairo, Mesir, Sabtu (26/5), tiba tiba terhenti. Senyap dengan tatapan nanar ke arah layar lebar yang menayangkan laga final Piala Champoins, yang mempertemukan Si Merah Liverpool versus Los Galacticos Real Madrid.

Detak jam yang menunjukkan pukul 21.65 waktu Kairo seakan terdengar menyentak. Hampir semua penonton memegang dada menyiratkan rasa khawatir yang luar biasa. Midan El Tahreer berubah bak pekuburan yang senyap, dan angker.

Di layar lebar, tampak Mohammed Salah, tukang gedor sekaligus inspirator tim The Reds, terjerembab sembari meringis menahan sakit. Adalah center bek yang juga el capitan Real Madrid, Sergio ‘tukang jagal’ Ramos, menjatuhkan Salah dengan memiting tangan kanan jantung permainan Liverpool itu.

Hanya berselang lima menit kemudian, Salah terpaksa menepi dari lapangan hijau dan padamlah impresivitas Liverpool, serta bangkitlah El Real mewujudkan mimpi treble winners mereka di ajang Piala Champions. Tak tanggung-tanggung, Christiano Ronaldo dkk membekap Liverpool 3-1.

Bagi penonton di Midan El Tahrer serta seantero negeri Mesir, kekalahan Liverpool tak menjadi masalah. Namun vonis cedera di posisi tulang bahu Mohammed Salah membuat mereka ada yang histeris dan tak lelap tidur bermalam-malam. Ya...Mohammed Salah adalah dewa bagi masyarakat sepak bola Mesir kali ini. Salah disebut pantas meraih Ballon d’Or 2018 itu tiba tiba menjadi ‘pembuat kebahagiaan’ bagi warga Mesir, seperti dilansir surat kabar Al-Ahram.

Bukan hanya masyarakat Mesir, entrenador The Pharaohs--sebutan Timnas Mesir--anak Argentina, Hector Raul Cuper tak mampu menyembunyikan rasa khawatirnya. Mantan arsitek Valencia itu melarang skuad Timnas Mesir untuk berbicara soal cedera Salah, seperti dikutip Daily News, Tokyo, kemarin. Cuper sendiri menyiapkan Al-Raed Mahmoud Abdel Razek Fadlallah sebagai suksesor Salah, seandainya mega bintang yang taat itu gagal tampil di Piala Dunia Rusia.

Bagi Mesir, Wolrd Cup 2018 menjadi ajang ketiga kalinya, setelah berpartisipasi di ajang Piala Dunia 1934 dan 1990. Mereka menjadi tim asal Afrika kedua setelah Nigeria yang meraih tiket ke Rusia.

Sejak Maret 2015, di bawah asuhan tangan dingin Raul Cuper yang punya tradisi menepuk bahu pemainnya sejenak masuk lapangan itu, Mesir mampu tampil impresive dengan dukungan lini pertahanan yang tangguh. Tahun 2017 Cuper menjinjing Mesir ke final Piala Afrika, sebelum dikalahkan Kamerun lewat duel yang dramatis.

Di bawah asuhan Cuper, pasukan dari bibir Sungai Nil itu memiliki lini pertahanan yang kokoh. Hanya sekali saja, dari 30 pertandingan, The Pharaohs kebobolan lebih dari satu gol. Rasio kemenangan pelatih asal Argentina ini bersama Salah cs mencapai 63 persen.

Tak salah jika bek legendaris Spanyol, Carlos Puyol menyatakan jika Mesir memiliki sekelompok pemain terkemuka dengan pengalaman hebat, seperti Salah. “Saya percaya Mesir memiliki peluang bagus di Piala Dunia dan dapat lolos ke babak 16 Besar,” kata Puyol.

Dari Liverpool, kemarin pagi diumumkan, Salah dipastikan tampil pada laga ketiga penyisihan grup Mesir. Ya Salah akan tampil saat skuadra Mesir menjajal Singa Gurun Arab Saudi. Jika dikali kali secara matematis, seandainya Mesir sukses meraih poin saat menghadapi Uruguay, dan tuan rumah Rusia, rasanya optimisme Puyol tak berlebihan.

Konon, jika dikaitkan dengan ‘tuah nomor dua’ sang arsitek Hector Raul Cuper, runner-up grup A sekaligus meraih tiket 16 besar, bukanlah hal yang mustahil.(nurdinsyam)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help