ABK Asing Dievakuasi di Selat Benggala

Tim SAR Aceh, Bea Cukai, Syahbandar, dan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Banda Aceh melakukan evakuasi

ABK Asing Dievakuasi di Selat Benggala
TIM SAR Banda Aceh mengevakuasi seorang anak buah kapal tanker MT Bai Lu Zuo berbendera Hong Kong karena sakit, di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (4/6). 

BANDA ACEH - Tim SAR Aceh, Bea Cukai, Syahbandar, dan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Banda Aceh melakukan evakuasi orang sakit (medivac) yang merupakan anak buah kapal (ABK) asing, Senin (4/6), di Selat Benggala, yaitu antara Pulau Weh dan Pulo Aceh.

ABK yang dievakuasi yaitu Li Yu Tian (46), warga negara Hongkong yang merupakan awak kapal tanker MT Bai Lu Zou yang juga berbendera Hongkong. Kapal pengangkut minyak tersebut sedang berlayar dari Hongkong menuju India.

Namun saat kapal memasuki perairan Aceh di Selat Melaka, penyakit batu karang Li Yu Tian kambuh, sehingga pihak kapal menghubungi pihak agen di darat. Kemudian pihak agen menghubungi SAR dan pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan, meminta dilakukan evakuasi di tengah laut.

Kasi Ops Sar Aceh, Sunarto, menyampaikan, pihaknya mendapat permintaan evakuasi orang sakit dari kapal asing kemarin sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian pihak menyiapkan personel dan peralatan untuk penjemputan.

Setelah titik penjemputan disepakati di Teluk Benggala, tepatnya 17 mil dari Pelabuhan Ulee Lheu, pukul 11.00 WIB tim berlayar ke lokasi dengan KN SAR Kresna 232 yang dinahkodai oleh Kapten Supriyadi. Ikut bersama mereka juga pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan, Bea Cukai, Syahbandar, Imigrasi, dan Agen Pelni.

‘ABK ini kita evakuasi karena dia mengalami sakit ginjal saat sedang berlayar, sebenarnya mereka sudah ada agennya yang menangani, SAR sendiri hanya membantu mengevakuasi,” ujar Sunarto.

Pukul 12.30 WIB, korban berhasil dibawa merapat ke Pelabuhan Ulee Lheu, selanjutnya oleh pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan dan agennya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, supaya mendapat penanganan lebih lanjut.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help