Ujian Sesungguhnya Team Melli

LUAR biasa! Itu kata paling tepat untuk tim nasional Iran. Betapa tidak, mereka menjadi negara di Benua Asia yang sukses

Ujian Sesungguhnya Team Melli

LUAR biasa! Itu kata paling tepat untuk tim nasional Iran. Betapa tidak, mereka menjadi negara di Benua Asia yang sukses menggenggam tiket lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Sementara para rivalnya masih saling bersaing ketat untuk memperebutkan posisi runner-up grup.

Tak cukup hanya itu, keberhasilan Singa Persia–julukan timnas Iran–juga terhitung fantastis. Besutan Carlos Queiroz tak pernah menelan kekalahan selama fase grup. Bandingkan saja dengan Korea Selatan, Arab Saudi, Jepang, dan Australia, meski lolos ke Rusia mereka juga harus menderita pil pahit yakni kekalahan.

Dari 10 partai dimainkan dalam prakualifikasi, Sardar Azmoun dkk sukses mengantongi nilai 22. Adalah enam kemenangan, empat kali imbang, dan tanpa kekalahan. Perolehan poin mereka juga jauh meninggalkan Korea Selatan di peringkat kedua. Semifinalis Piala Dunia 2002 tersebut hanya mampu mengumpulkan 15 poin. Korsel juga kalah tiga kali.

Bukan hanya perkasa di kandang, punggawa Iran juga tampil meyakinkan ketika melakoni partai away. Mereka sukses menang di markas Qatar, dan Uzbekistan. Sementara itu mampu menahan tuan rumah Korsel, Cina, dan Suriah. Dan, gawang mereka baru kebobolan di partai terakhir ketika menjamu Suriah. Duel tak menentukan itu berakhir 2-2.

Jujur saja, Piala Dunia Rusia merupakan edisi kelima bagi kehadiran Team Melli–julukan timnas Iran–. Ya, sebelumnya, mereka sudah datang pada perhelatan World Cup 1978 di Argentina, 1998 Prancis, 2006 Jerman, dan terakhir di Brasil pada 2014.

Punggawa Singa Persia boleh saja perkasa di Benua Asia ketika prakualifikasi. Tapi, ujian sesungguhnya mereka akan tersaji di Rusia nanti. Ashkan Dejagah dkk dipaksa menjalani pertandingan di Grup B. Ya, mereka sudah ditunggu kekuatan dari juara Piala Eropa 2016, Portugal. Berikutnya, kampiun Piala Dunia 2010, Spanyol, dan terakhir Maroko.

Utak-atik peluang, pasukan Carlos Queiroz sangat sulit untuk ke luar dari grup. Mungkin, hanya wakil Afrika, Maroko yang kekuatan mereka sama. Sebaliknya, jika ingin tetap melaju ke pusingan 16 besar, Ezatolahi dkk dipaksa bekerja keras ketika menghadapi Portugal, dan Spanyol.

Dari empat sejarah keikutsertaan Iran dalam putaran final Piala Dunia sebelumnya, prestasi mereka terhitung kurang menggembirakan alias mengecewakan. Ya, Team Melli boleh dibilang selalu akrab dengan babak pertama. Mereka langganan tersandung di partai penyisihan grup.

Empat tahun lalu di Brasil, prestasi mereka benar-benar sangat mengecewakan. Mereka harus duduk manis sebagai juru kunci Grup F dengan satu nilai. Setelah menahan imbang Nigeria 0-0, Iran harus menyerah di tangan Argentina (1-0), dan kalah telak ketika bertemu Bosnia Herzegovina, 1-3.

Memang, di setiap pergelaran turnamen akbar sejagad ini, Iran selalu tak diunggulkan. Namun, perlu diketahui, Singa Persia merupakan salah satu raksasa di Benua Asia. Ingat! Mereka sukses merebut empat kali medali emas Asian Games cabang sepak bola pada edisi 1974, 1990, 1998, dan 2002.

Di sisi lain, Iran juga berhasil meraih tiga kali gelar juara Piala Asia. Artinya, sejumlah gelar tersebut menandakan kalau mereka memang tangguh. Kini, bermaterikan pemain dari liga lokal, Team Melli mencoba membuktikan kapasitasnya di Rusia. Inilah ujian sesungguhnya buat mereka.(imran thayeb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help