Wali Kota Subulussalam Akui Keuangan Daerah Terganggu, Namun tidak Kosong

Betapa tidak, untuk kebutuhan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Subulussalam saja menguras anggaran hingga Rp 14 miliar lebih.

Wali Kota Subulussalam Akui Keuangan Daerah Terganggu, Namun tidak Kosong
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
WALI Kota Subulussalam H Merah Sakti SH tampak menangis sebelum menyampaikan kata sambutan usai menyaksikan murid yang cacat fisik namjn berprestasi, Sabtu (13/1/2018) 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam mengakui kondisi keuangan daerah ini terganggu namun membantah isu jika kas di sana kosong alias tekor.

Hal itu disampaikan Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti kepada Serambinews.com, Selasa (5/6/2018) menanggapi berbagai kabar terkait kondisi keuangan daerah.

Walkot Merah Sakti menyampaikan dampak pelaksanaan pilkada memicu defiisit.

Betapa tidak, untuk kebutuhan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Subulussalam saja menguras anggaran hingga Rp 14 miliar lebih.

Lalu Panswaslih Subulussalam Rp 4 miliaran, pengamanan juga mencapaui Rp 4 miliaran lalu ada pula anggaran untuk kegiatan pekan Kebudayaan Aceh (PKA) senilai Rp 3 miliar.

Lalu, kegiatan Pekan olahraga dan seni (Porseni) Rp 2 miliar lebih."Akumulasi ini saja sudah hampir Rp 30 miliar," kata Walkot Merah Sakti.

Baca: Wali Kota Subulussalam Ancam Tarik Dana dari Bank Aceh

Malasah lain, lanjut Sakti dana yang masuk ke daerah per 12. Dikatakan, jika pagu anggaran Rp 800 miliar dibagi 12. Sehingga kondisi inilah yang menyebabkan tergganggunya keuangan daerah.

"Harus saya katakan jujur, kalau terganggu ia,namanya defisit sudah pasti tergganggu. Tapi defisit tidak dilarang. Intinya, kas tidak kosong," terang Walkot Sakti.

Namun, lanjut Sakti lantaran ini merupakan tahun politik pilkada 2018 hingga dikaitkan pileg 2019 semuanya bermain.

Ditanyai soal ada jugainformasi di level SKPK pun sulit menarik uang, Merah Sakti beralasan kemungkinan hanya masalah proses jadwal.

Baca: Wali Kota Subulussalam Sentil Bank Aceh Soal CSR  

Dalam kesempatan tersebut, merah Sakti juga memastikan ada sejumlah dana bagi guru di Subulussalam sudah diperintahkan untuk dicairkan termasuk anggaran desa.

Kalau pun terehenti menurut Sakti hanya kemungkinan dana bagi rekanan dan itu wajar karena kadang ada yang punya paket hingga tiga paket tarik dua atau satu dan itu bisa saling menutupi.

Yang jelas, tegas Sakti untuk pemerintahan tidak ada masalah dan kendala keuangan apalagi kas kosong sebagaimana isu berkembang. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved