Terdakwa Pelecehan Seksual Terhadap Pasien di RSUZA Dituntut 80 Kali Cambuk

Ketika itulah, terdakwa masuk ke ruang itu dan berdiri disebelah kanan korban untuk melakukan pelecehan

Terdakwa Pelecehan Seksual Terhadap Pasien di RSUZA Dituntut 80 Kali Cambuk
SERAMBI/M ANSHAR
FOTO ILUSTRASI - Algojo melakukan eksekusi cambuk terpidana kasus maisir di halaman Masjid Al-A'la, Desa Cot Masjid, Kecamatan Luengbata, Banda Aceh, Jumat (19/2/2016). Eksekusi dilakukan terhadap tujuh pelaku maisir yang tertangkap di kawasan Peunayong beberapa waktu lalu. SERAMBI/M ANSHAR 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut Setia Ramadhan (18), bekas cleaning service di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dengan hukuman 80 kali cambuk.

Setia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Mawar, bukan nama sebenarnya, ketika sedang dirawat di rumah sakit setempat.

Tuntutan itu dibacakan oleh JPU Dhika Savana SH dan Rosnawati SH MH dalam sidang lanjutan di hadapan majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh yang diketuai Drs H Idris Budiman, Senin (4/6/2018).

Baca: Marak Pelecehan Seksual, Bagaimana Menghindarinya?

Pada sidang yang digelar tertutup tersebut, Setia didakwa melanggar Pasal 47 Jo Pasal 1 butir 27 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Menjatuhkan Uqubat Tazir terhadap terdakwa Setia Ramadhan berupa cambuk sebanyak 80 kali dikurangi selama terdakwa ditahan,” baca JPU Dhika Savana di hadapan terdakwa yang didampingi pengacaranya, Rudi.

Menurut Dhika, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dihubungkan satu sama lainnya.

Baca: Ayah Ini Tega Bakar Alat Kelamin Anaknya karena Jadi Korban Pelecehan Seksual

Termasuk dihubungkan pula dengan barang bukti disimpulkan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana atau jarimah pelecahan seksual.

Kejadian itu terjadi pada Kamis, 5 Oktober 2017 sekira pukul 12.00 WIB di ruangan recovery room atau ruang pasca operasi di rumah sakit ketika korban baru selesai melakukan operasi telinga.

Saat itu korban masih dalam keadaan lemas—karena pengaruh obat bius.

Baca: Tak Melulu Soal Fisik, Inilah Jenis-Jenis Pelecehan Seksual yang Perlu Anda Tahu

Suasana di ruangan tersebut dalam keadaan sepi. Ketika itulah, terdakwa masuk ke ruang itu dan berdiri disebelah kanan korban untuk melakukan pelecehan seksual.

Menurut Dikha, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 47 Jo Pasal 1 butir 27 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Sebelumnya disidangkan, aksi terdakwa tersebut sempat heboh di media sosial. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved