Home »

Sport

Dihadang Skenario Terburuk

10 menjadi angka keramat bagi perjalanan sepak bola Korea Selatan di pentas Piala Dunia 2018

Dihadang Skenario Terburuk

10 menjadi angka keramat bagi perjalanan sepak bola Korea Selatan di pentas Piala Dunia 2018. Betapa tidak, mereka merupakan satu-satunya negara di Benua Asia yang paling sering tampil dalam turnamen akbar sejagad ini. Boleh jadi, belum ada negara di Asia yang bisa menyamai prestasi Taegeuk Warriors–julukan timnas Korsel–.

Seperti diketahui, sejak World Cup 1986 di Meksiko, mereka sukses menjaga tradisi untuk selalu lolos. Kala itu, negeri ginseng memastikan tiket ke Meksiko setelah menguburkan ambisi timnas Indonesia dalam duel home and away. Besutan Sinyoe Aliandoe harus mengakui ketangguhan Korsel.

Pada leg pertama di Seoul, Indonesia bermaterikan Hermansyah, Didik Darmadi, Marzuki Nyak Mad, Warta Kusuma, Dede Sulaiman, dan Bambang Nurdiansyah menyerah 0-2. Sepekan kemudian, kala bertanding di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Rully Nere dkk dipermak Korsel dengan skor telak 1-4.

Sejak 1986, mereka benar-benar menjadi langganan pesta empat tahunan tersebut. Memang, Korsel sudah mencicipi atmosfer Piala Dunia 1954 di Swiss. Hanya saja, pada pergelaran edisi pertama tersebut, mereka langsung tersisih di babak penyisihan grup. Skuad Macan Asia–julukan Korsel–kalah bersaing dengan juara Piala Dunia ketika itu, timnas Jerman Barat, Turki, dan Hungaria.

Hanya saja, dari delapan partisipasi secara beruntun, langkah Korsel selalu mentok di babak penyisihan grup. Boleh jadi, prestasi terbaik dan terukir dalam sejarah mereka ketika tampil di peringkat keempat. Kala itu, raihan manis tersebut mereka ukir di Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang. Hingga kini belum ada satu pun negara di Benua Asia yang bisa menyamai mereka.

Sejarah mencatat, tampil di bawah dukungan rakyat sendiri, punggawa Taegeuk Warriors lolos ke babak 16 besar. Di fase grup, pasukan yang kala itu diasuh Guus Hiddink, menekuk Portugal (1-0), Polandia (2-0), dan ditahan seri AS (1-1). Kejutan besar kembali dibuat anak-anak tuan rumah saat menghentikan Azzurri Italia 2-1 di babak 16 besar.

Ternyata, kejutan tersebut belum juga berhenti. Di babak perempatfinal, Korsel sukses memulangkan timnas Spanyol melalui drama adu penalti, 5-3. Hasil luar biasa membuat Park Ji Sung dkk maju ke semifinal untuk menantang Jerman. Kali ini, mereka takluk 0-1 berkat gol Kaisar Muda, Michael Ballack dalam duel yang dipentaskan di Kota Daegu.

Lalu, bagaimana peluang Korsel di Rusia nanti? Jujur saja, mereka akan kesulitan mengulang sukses sebagaimana pernah dilakukan saat Piala Dunia 2002. Soalnya, untuk lolos ke putaran final saja, Son Heung-min dkk harus dilewati dengan susah payah.

Dalam prakualifikasi Zona Asia kala itu, KFA–PSSI Korsel–terpaksa mendepak Uli Stielike dari kursi pelatih. Ternyata, keputusan itu membuahkan hasil. Kerja keras dan racikan juru latih baru, Shin Tae-Yong sukses meningkatkan penampilan.

Dari 10 partai dilakoni, mereka hanya mampu mengumpulkan 15 poin dari hasil empat kemenangan, tiga draw, dan tiga kali menelan kekalahan. Akibatnya, Hwang Hee-chan cs harus puas berada di posisi runner-up di bawah timnas Iran.

Dengan prestasi tersebut plus belum stabilnya penampilan mereka jelang pertandingan, sulit untuk bersaing di Grup F. Bukan rahasia lagi, Macan Asia harus beradu kekuatan dengan Swedia, Meksiko dan juara bertahan Der Panzer Jerman. Kondisi ini membuat negeri penghasil ginseng ini tak diunggulkan untuk melangkah ke putaran 16 besar. “Saat Piala Dunia di Brasil lalu, kami menganggap berada di grup mudah, tapi berakhir dengan buruk. Mereka (Belgia dan Aljazair) lebih kuat dari ekspektasi kami. Tapi, pada waktu yang sama kami sebenarnya punya peluang membuat gol, tapi gagal mengonversi dengan baik,” komentar striker timnas Korsel, Kim Shinwook kepada FIFA.com.

Dia mengaku, kalau mereka dalam dalam grup sulit, dan ini merupakan skenario terburuk. Pun begitu, Korsel akan berjuang keras menghadapi tiga pesaingnya dengan modal kekompakan.(imran thayeb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help