Tafakur

Membersihkan Hati

Ingatlah, di dalam tubuh terdapat sebongkah daging, yang jika ia baik maka seluruh bagian jasad itu

Membersihkan Hati

Oleh: Jarjani Usman

“Ingatlah, di dalam tubuh terdapat sebongkah daging, yang jika ia baik maka seluruh bagian jasad itu menjadi baik, dan jika ia buruk maka seluruh jasad juga akan ikut menjadi buruk. Itulah hati” (HR. Bukhari).

Membersihkan hati termasuk perbuatan yang sangat menantang, terlebih di zaman sekarang. Lebih-lebih suatu perbuatan lisan atau tulisan seseorang dari suatu pelosok negeri begitu cepat menyebar ke seluruh dunia. Banyak di antaranya yang sangat mengganggu suasana hati bila mendengar atau membacanya, karena bernada provokatif.

Segera bermunculan rasa marah, benci, sayang, dan berbagai perasaan lain, begitu membacanya. Tak sedikit di antaranya mau segera direspon, misalnya, dengan yang lebih menyakitkan lagi. Namun demikian, Islam sangat mengharapkan untuk tidak gegabah dalam meresponnnya. Sangat disarankan untuk menyaringnya secara selektif, dipastikan kebenarannya (tabayyun) dan meresponnya dengan mempertimbangkan kebaikannya, agar tidak merusak suasana hati sendiri dan orang lain.

Apalagi meskipun hati adalah sentral, ia bukan hanya memberi pengaruh, tetapi juga dipengaruhi. Pekerjaan buruk yang dilakukan seseorang, misalnya, ikut berdampak terhadap hati. Kata Rasulullah SAW, seseorang yang melakukan suatu pekerjaan berdosa akan menodai hatinya.

Sebaliknya, suasana hati juga berdampak terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan anggota tubuh. Kata Nabi SAW, bila hati baik, maka baiklah seluruh tubuh. Dengan demikian, membersihkan hati harus sejalan dengan usaha menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help