Ramadhan Mubarak

Zakat Fitrah

RAMADHAN 1439 Hijriah hampir di pengujung. Sebagai seorang Muslim, ada kewajiban yang harus ditunaikan

Zakat Fitrah
H. Zamzami Abdulrani

Oleh H. Zamzami Abdulrani, S.Sos, Plt. Kepala Baitul Mal Aceh. Email: zamzamiabdulrani53@gmail.com

RAMADHAN 1439 Hijriah hampir di pengujung. Sebagai seorang Muslim, ada kewajiban yang harus ditunaikan di bulan mulia ini, yaitu membayar zakat fitrah. Zakat fitrah disyariatkan pada bulan Syakban tahun kedua Hijriah, di tahun diwajibkan puasa Ramadhan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan kotor dan perbuatan yang tidak berguna.

Selain itu, untuk memberi makanan pada orang-orang miskin dan mencukupkan mereka dari kebutuhan dan meminta-minta pada hari raya. Zakat fitrah merupakan pajak yang berbeda dari zakat-zakat lainnya, zakat fitrah merupakan pajak dari pribadi-pribadi. Sedangkan zakat lain, merupakan pajak pada harta. Para fuqaha menyebutkan zakat ini sebagai zakat kepala atau zakat badan.

Secara bahasa zakat berasal dari kata zaka yang berarti berkah, tumbuh, bertambah dan kata zaka juga memiliki arti membersihkan dan mensucikan. Sedangkan menurut istilah syara’ zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap kaum muslimin yang mempunyai kelebihan makanan dari keperluan hidupnya sehari-hari, baik anak kecil, orang dewasa, laki-laki, perempuan, merdeka dan hamba sahaya (budak).

Hal tersebut berdasarkan hadis Ibnu Umar bahwasanya, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kalangan kaum Muslimin.” (HR. Bukhari-Muslim).

Disebutkan zakat fitrah karena dikeluarkan pada waktu kaum muslimin telah menyelesaikan puasa bulan Ramadhan. Di antara hikmah diwajibkan zakat fitrah adalah satu bentuk kepedulian sosial, khususnya fakir miskin yang tidak mempunyai makanan pada hari raya Idul Fitri. Zakat fitrah juga merupakan pembersih ‘penyempurna’ puasa Ramadhan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, menutupi kekurangan puasa dari perkataan yang keji, dan membantu makanan untuk para fakir miskin.

Waki’ bin Jarrah berkata, “Manfaat zakat fitrah untuk puasa Ramadhan seperti manfaat sujud sahwi untuk shalat. Kalau sujud sahwi melengkapi kekurangan dalam shalat, sedangkan zakat fitrah melengkapi kekurangan yang terjadi ketika puasa Ramadhan. Selain itu pula, zakat fitrah merupakan sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah Swt atas taufiq dan hidayah-Nya, sehingga bisa menyempurnakan puasa Ramadhan.

Zakat fitrah wajib dikeluarkan dari empat benda, yaitu: gandum, beras, kurma, dan anggur. Ukurannya adalah 1/2 sha’ gandum atau 1 sha’ beras, kurma atau anggur. Satu sha’ menurut Abu Hanifah dan Muhammad asy-Syaibani adalah delapan ritl Irak. Satu ritl Irak sebesar 130 dirham, sama dengan 3.800 gram.

Pendapat yang lain sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Ibnu Umar di atas, yaitu satu sha’ setara dengan mud, atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2,7 kg makanan pokok, seperti tepung, kurma, gandum dan beras.

Jumhur ulama berpendapat bahwa zakat fitrah dapat ditunaikan dari biji-bijian dan buah-buahan yang dapat dijadikan makanan pokok. Syafi’iyah berpendapat bahwa kriteria yang wajib dikeluarkan zakat fitrah adalah biji yang baik dan tahan lama. Tidak sah mengeluarkan zakat dengan biji yang dimakan ulat dan cacat sekalipun masih bisa dikonsumsi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help