Akmal: PT CA Ciptakan Banyak Masalah

Bupati Abdya Akmal Ibrahim menyatakan keberadaan PT Cemerlang Abadi (PT CA) di Abdya menciptakan berbagai

Akmal: PT CA Ciptakan Banyak Masalah
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH bersama tim verifikasi BPN-RI melihat salah satu titik lokasi area HGU PT Cemerlang Abadi di Kecamatan Babahrot. SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA 

* Dinyatakan di Depan Anggota DPD RI

BLANGPIDIE - Bupati Abdya Akmal Ibrahim menyatakan keberadaan PT Cemerlang Abadi (PT CA) di Abdya menciptakan berbagai masalah. Mulai penyebab konflik antara perusahaan dengan masyarakat pada awal beroperasi yang berujung enam warga tertembak hingga perusahaan tidak melaksanakan kewajiban kebun plasma dan CSR, sampai tindakan menelantarkan sebagian besar lahan HGU sehingga menjadi kawasan sarang babi hutan.

“Sederet kebohongan ini sudah terjadi puluhan tahun, malah terus berlanjut setelah berakhir izin HGU 31 Desember 2017. Setelah izin habis, perusahaan masih saja dibolehkan membuka lahan untuk tanam baru, kemudian surat dari ketua Komisi Amdal Abdya memerintah menghentikan sementara operasional tak diindahkan Manajemen PT CA,” ujar Akmal dalam rapat kerja Badan Akuntabilitas Publik Dewan Perwakilan Daerah Repulik Indonesia (BAP DPD-RI) di Aula Masjid Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya di Blangpidie, Kamis (7/6).

Bupati mengungkapkan sebagian lahan HGU PT CA juga tumpang tindih dengan lahan cetak sawah baru dan PT CA tidak memiliki izin lingkungan hingga saat ini. “Sayangnya kita terlalu bodoh menyikapi hal ini. Saya mengajak semua kita melihat realita ini,” tegas Akmal.

Bukan hanya itu Akmal Ibrahim menyebut PT CA sebagai perusahaan kebal hukum. Sebab, izin HGU sudah berakhir 31 Desember tahun lalu, tapi dibiarkan beroperasi, termasuk membuka lahan untuk penanaman baru. Padahal izin lingkungan belum dimiliki.

Akmal menyatakan kekecewaaannya karena atas sikap BPN yang sepertinya mendukung PT CA. Padahal, pernyataan penolakan izin HGU PT CA disuarakan dari berbagai lapisan masyarakat. Sorotan keras juga disuarakan Ketua DPRK Zaman Akli bersama anggota Zulkarnaini, Nurdianto dan Iskandar, termasuk Ketua DPD KNPI Abdya Afzal SH.

Intinya, mereka menolak perpanjangan izin HGU PT CA. Sikap yang sama juag datang dari masyarakat Babahrot Tgk Bakar Al-Bayani dan M Yakirsah yang hadir dalam forum.

Rapat tersebut dihadiri anggota DPD yaitu Drs H Abdul Gafar Usman MM (ketua BAP DPD RI), Drs H Ghazali Abbas Adan, Ir H Iskandar Muda Baharuddin Lopa, Antung Fatmawati ST, Drs H Lulu Suhaimi Ismy dan Drs HM Idris (anggota BAP DPD RI).

Dua pejabat provinsi hadir yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Dr Aulia Sofyan mewakili Gubernur Aceh, dan Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Nurul Bahri SH didampingi Kepala Kantor Pertanahan Abdya Arfath.

Selain itu rapat juga dihadiri Manajemen PT CA, antara lain Fery Tanuwijaya (Dirut), Sutrisno (staf direksi) dan Agus Marhelis (koordinator kebun). Rapat dipimpin Ketua BAP DPD RI Abdul Gafar Usman berlangsung dalam suasana alot.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help