Semaraknya Berburu Baju Lebaran di Pasar Atjeh

PASAR Atjeh tengah sumringah. Sejak diresmikan pada September 2013, Pasar Atjeh Baru menjelma menjadi pusat busana

Semaraknya Berburu Baju Lebaran di Pasar Atjeh
Pedagang melayani konsumen saat mencoba kerudung yang dijual di Kompleks Pasar Atjeh. SERAMBI/M ANSHAR 

PASAR Atjeh tengah sumringah. Sejak diresmikan pada September 2013, Pasar Atjeh Baru menjelma menjadi pusat busana muslim kekinian. Bangunan tiga lantai ini terletak di sisi Jalan Diponegoro di jantung Kota Banda Aceh. Terhubung dengan saudaranya, Pasar Atjeh Lama, yang tepat menempel di samping Masjid Raya Baiturrahman.

Lokasi yang strategis, kenyamanan berbelanja, serta komoditas yang ditawarkan, menempatkan Pasar Atjeh Baru sebagai ‘kiblat’ belanja busana muslim oleh warga lokal, termasuk para wisatawan. Terlebih lagi menjelang lebaran Idul Fitri seperti saat ini.

Seperti pemandangan yang terlihat saat Serambi menyambangi Pasar Atjeh, Kamis (7/6). Tempat ini tak ubahnya lautan manusia. “Sejak pertengahan puasa udah rame, kalau yang banyak dicari sekarang gamis dan perpaduan blus sama kulot,” terang Maya, salah seorang pedagang di Pasar Atjeh.

Meskipun berlabel pasar tradisional, namun wajah Pasar Atjeh Baru terlihat modern dari segi fisik dan fasilitas di dalamnya. Pasar tiga lantai ini dilengkapi dengan full AC dan ATM.

Untuk menghubungkan ketiga lantai selain tangga, terdapat juga eskalator, dan lift. Selain area parkir di luar, terdapat juga parkir di basement. Tak ketinggalan kios makanan dan minuman, serta toilet dan mussalla yang bersih lagi nyaman.

Pasar tradisional yang diresmikan langsung oleh Menteri Perdagangan Indonesia kala itu, Gita Wirjawan, menjadi pilihan warga berburu baju lebaran. Lantai 1 dijejali dengan aneka pernak-pernik fashion, mulai dari jilbab, sepatu, aksesoris, dan tentu saja baju. Baik yang terdapat di dalam kios-kios pedagang maupun yang menggelar lapak di tengah tribun.

Naik ke lantai dua komoditasnya hampir serupa, namun selain baju wanita dewasa terdapat juga baju anak-anak serta pakaian untuk pria.

Sementara para pedagang di lantai 3 menawarkan produk yang lebih berkelas. Deretan butik dan galeri mengapit sepanjang sisi lantai atas. Harga yang dipasang pun berbanding lurus dengan kualitas produk yang ditawarkan.

Para pedagang di Pasar Atjeh Baru kebanyakan memasok produk fashion muslim dari Pasar Tanah Abang, Jakarta yang dikenal sebagai pasar reseller Tanah Air. Sebagiannya lagi diimpor dari Korea dan mengikuti tren busana K-Pop yang tengah mewabah dan banyak digandrungi kawula muda.

Sebagaimana layaknya sistem pasar tradisional yang menerapkan harga nego, untuk membawa pulang sepotong fashion item atau menentengnya sebagai oleh-oleh cukup merogoh kocek mulai Rp 10 ribu hingga ratusan ribu saja.

Pasar Atjeh buka mulai pukul 09.00 - 18.00 WIB, sebagian toko juga buka kembali pada malam harinya. Jika punya energi lebih, di sini anda bisa berburu barang-barang diskon. Semangat lebaran.(nurul hayati)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help