Spirit Kolektivitas Tim tanpa Bintang

TIDAK ada lagi nama Zlatan Ibrahimovic dalam skuad Tim nasional (Timnas) Swedia yang akan berlaga pada Piala Dunia 2018

Spirit Kolektivitas Tim tanpa Bintang

TIDAK ada lagi nama Zlatan Ibrahimovic dalam skuad Tim nasional (Timnas) Swedia yang akan berlaga pada Piala Dunia 2018 di Rusia, 14 Juni-15 Juli mendatang. Tapi, ketidakhadiran pemain ikonik itu tak membuat kekuatan skuad Blagut (The Blue-Yellow)--julukan Timnas Swedia--pincang. Malah, Swedia baru, di bawah asuhan Janne Andersson masih tetap sebagai tim yang harus diperhitungkan dalam Piala Dunia edisi ke-20 tahun ini.

Warning tersebut bukanlah tanpa dasar. Walau kebanyakan pemainnya berasal dari klub-klub medioker, tapi Swedia sudah membuktikan bahwa spirit kolektivitas mereka mampu menguburkan mimpi beberapa tim terbaik Eropa hingga tak bisa tampil pada even sepak bola terakbar sejagad kali ini. Setidaknya ada tiga negara yaitu Belanda, Bulgaria, dan Italia yang harus ‘gigit jari’ dan mengubur mimpi karena kalah bersaing dengan Swedia di sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2018.

Pada kualifikasi zona Eropa, Swedia finis sebagai runner-up Grup A. Finalis Piala Dunia 1958 ini memenangi persaingan dengan Belanda, Bulgaria, Luksemburg, dan Belarusia. Mereka hanya kalah dari Prancis. Swedia kemudian dapat kesempatan tampil di babak play-off sebagai satu dari delapan peringkat dua terbaik.

Hasil drawing mengharuskan Swedia berhadapan dengan tim langganan Piala Dunia Gli Azzuri Italia. Menjalani babak play-off dengan status underdog, Swedia malah bikin kejutan.

Betapa tidak, kemenangan 1-0 berkat gol tunggal Jakob Johansson pada leg pertama di Solna sudah cukup bagi Emil Forsberg dan Marcus Berg cs untuk membuat Italia menangis. Ya, hasil imbang tanpa gol pada leg kedua memaksa Azzuri absen di Rusia. Sekaligus pupus pula obsesi besar Gianluigi Buffon, kiper Juventus untuk mencetak rekor terbanyak tampil di Piala Dunia.

Dengan keberhasilan itu, kiranya perjalanan Swedia di Piala Dunia kali ini patut ditunggu. Apalagi mereka ingin membuktikan diri bahwa bisa sukses meski tanpa diperkuat pemain bintang seperti negara-negara lain. Mungkin hanya Emil Forsberg (Rb Leipzig) dan Victor Lindelof (Manchester United), anggota skuad mereka yang selama ini merumput di lima liga top Eropa.

Toh, Janne Andersson, pelatih 55 tahun yang menukangi Timnas Swedia sejak tahun 2016 menggantikan Erik Hamren tak ragu menyatakan bahwa timnya bisa tampil ranggi seperti sekarang justru dilatarbelakangi oleh ketidakhadiran Ibrahimovic. Bila masih ada Ibrahimovic, Andersson malah tak menjamin Swedia bisa seperti sekarang.

Jika mengacu pada optimisme Janne, kalimat yang pernah dilontarkan Ibrahimovic yaitu ‘Piala Dunia tanpa saya bukanlah Piala Dunia’ tak ubahnya seperti peribahasa bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, keinginan Ibra tak direspon sang pelatih. Andersson lebih mengutamakan kekompakan dan konsistensi permainan tim yang sudah terbentuk selama ini.

Buktinya, sejak Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup A Zona Eropa hingga ke babak play-off, Ibrahimovic tak diikutsertakan dalam tim oleh Andersson. Ia lebih memilih nama-nama tukang gedor yang sebelumnya menjadi bagian dari kesuksesan tim itu menuju Rusia. Mereka adalah striker Alaves John Guidetti, Marcus Berg (Al Ain), Ola Toivonen (Toulouse), dan Isaac Kiese Thelin (Waasland Beveren).

Harapan baru
Setelah era Zlatan Ibrahimovic berakhir, publik Swedia kini menaruh harapan besar kepada Emil Forsberg. Penyerang sayap yang menjadi penerus nomor punggung 10 milik Ibra, diyakini mampu membuat Swedia bisa berbicara banyak pada Piala Dunia 2018.

Dengan usianya yang masih 26 tahun, Forsberg bisa dianggap sebagai salah seorang pemain kunci Swedia. Pada kualifikasi, Forsberg mencetak 4 gol dan satu assist. Ia juga punya kualitas drible dan umpan silang yang bagus, serta kemampuannya mengeksekusi bola mati patut diwaspadai lawan.

Kali ini, Swedia yang sudah 12 kali tampil di Piala Dunia tergabung dalam Grup F bersama Jerman, Meksiko, dan Korea Selatan. Masuk satu grup bersama sang juara bertahan tentu menjadi batu terjal yang harus dihadapi Lindelof dkk. Tapi, sekali lagi Swedia punya motivasi tambahan dengan kembali masuk putaran final Piala Dunia setelah absen di edisi 2010 dan 2014.

Walau tugas berat menunggu di Rusia, namun Andersson yakin skuadnya akan mampu berkiprah lebih lama di Rusia nanti. Selamat berjuang Coach Andersson!(jamaluddin)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help