2.300 Warga Subulussalam tak Masuk DPT

Jadwal pemilihan wali kota dan wakil wali kota Subulussalam tinggal 18 hari lagi. Tetapi ternyata masih banyak masyarakat

2.300 Warga  Subulussalam  tak Masuk DPT
DOK SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi 

* KIP Upayakan Cetak Kekurangan Kertas Suara
* Pilkada tak Sampai Sebulan Lagi

SUBULUSSALAM - Jadwal pemilihan wali kota dan wakil wali kota Subulussalam tinggal 18 hari lagi. Tetapi ternyata masih banyak masyarakat yang tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), tetapi sudah mengantongi surat keterangan (suket). Jumlahnya dilaporkan mencapai 2.300 pemilih.

Komisioner KIP Subulussalam, Asmiadi, yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (8/6), mengatakan jika pihaknya akan merumuskan masalah tersebut dengan lembaga terkait.

“Saat ini sedang divalidasi. Selanjutnya KIP akan berkonsultasi dengan Panwaslih (panitia pengawas pemilihan) serta pasangan calon,” katanya.

Jika ada kesepakatan, lanjutnya, maka akan diadakan pleno untuk mencetak ulang kekurangan surat suara sesuai dengan Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Mengenai banyaknya warga yang tidak masuk DPT, ini memang sedang menjadi pembahasan serius di kalangan masyarakat Kota Subulussalam. Informasi yang dihimpun Serambi dari sejumlah penyelenggara pemilu, ada 2.300 pemilih yang sebenarnya sudah masuk dalam daftar pemilih sementara.

Masalahnya, para pemilih tersebut kala itu belum memiliki suket dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) sehingga tidak boleh memilih. Akibat tidak memiliki suket ini, para pemilih yang berjumlah ribuan akhirnya dikeluarkan dalam penetapan DPT, Sabtu (21/4) lalu.

Sesuai DPT, pemilih dalam Pilkada mendatang hanya sebanyak 49.748 orang. Sehingga, jika pun menggunakan suket dan memakai surat suara cadangan, diperkirakan tidak dapat diakomodir dengan jumlah 2,5 persen kertas suara dari jumlah DPT.

“Kalau pakai suket tidak memungkin karena yang tersedia itu kan hanya 2,5 persen dari jumlah DPT, sementara warga yang tidak masuk DPT lebih banyak,” ujar Maharuddin, salah satu unsur PPK.

Harus Ada Solusi
Terkait upaya KIP yang akan mencetak ulang kekurangan kertas suara, salah satu unsur Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Maharuddin, mengatakan, jika hanya mengandalkan surat suara, dipastikan tidak mampu menampung pemilih yang tidak terdaftar di DPT.

Sebab lanjutnya, jika dihitung 49.748 pemilih dikali 2,5persen, maka hasilnya 1.243 suara. Sementara pemilih yang tidak masuk DPT dikabarkan mencapai 2.300-an orang. Artinya, ada setengah warga tidak dapat memilih dengan menggunakan suket lantaran ketiadaan surat suara.

Lantaran itu, selaku penyelenggara di lapangan, Maha berharap agar ada solusi untuk mengatasi masalah jumlah pemilih ini.

“Kalau kami di lapangan jangan sampai nanti dikira ini faktor kesengajaan, padahal ceritanya waktu penetapan DPT mereka tidak memiliki KTP dan suket, jadi dikeluarkan. Sekarang warga ini sudah memiliki suket pengganti KTP, tapi sudah terlanjur keluar dari DPT, inilah problemnya,” ujar Maha.(lid)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help