BI Minta Bank Sediakan Uang di ATM

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh meminta perbankan di wilayah kerjanya menjamin ketersediaan uang

BI Minta Bank  Sediakan Uang di ATM
SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Warga Simeulue menukarkan uang baru di mobil milik Bank Indonesia (BI), Kamis (27/4/2017), di kawasan Pajak Inpres Suka Karya, Sinabang. 

* Menghadapi Lebaran dan Libur Panjang

SUBULUSSALAM - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh meminta perbankan di wilayah kerjanya menjamin ketersediaan uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) selama libur Lebaran Idul Fitri dan cuti panjang.

Deputi Kepala BI Aceh Teuku Munandar kepada Serambi, Jumat (8/6) mengatakan itu menanggapi keluhan masyarakat Kota Subulussalam lantaran sering kosongnya uang di sejumlah ATM. Menurut Teuku Munandar, BI menjamin ketersediaan uang tunai cukup untuk kebutuhan masyarakat di seluruh Aceh selama libur Lebaran.

Dia akui, menghadapi puasa dan Lebaran, memang kebutuhan uang tunai masyarakat meningkat, baik untuk pecahan kecil maupun pecahan besar (untuk ATM). Oleh karenanya BI setiap tahun melakukan proyeksi kebutuhan uang di bulan puasa dan Lebaran, sesuai dengan kebutuhan perbankan.

Dikatakannya, tahun 2017, uang yang keluar dari BI (outflow) untuk kebutuhan perbankan di wilayah kerja BI Provinsi Aceh (13 kabupaten/kota) mencapai Rp 1,24 triliun. Sementara tahun ini, BI Aceh memproyeksikan kebutuhan uang di bulan puasa dan Lebaran mencapai Rp 2,1 triliun.

“Kami telah menyediakan stok uang yang cukup untuk kebutuhan tersebut. Hingga saat ini kebutuhan perbankan dapat dipenuhi oleh BI,” ujar Munandar. Menurut Munandar tidak ada alasan uang kosong sebab BI sudah memastikan ketersediaannya.

Menyangkut ketersediaan uang di ATM, BI meminta agar perbankan memastikan agar uang di ATM selama masa liburan dapat terpenuhi. Pun demikian soal kasus tidak beroperasinya sejumlah ATM di Subulussalam, Munandar menyatakan akan mengonfirmasi ke perbankan setempat guna mengetahui penyebabnya.

Diakuinya, dalam dua hari terakhir terjadi peningkatan penarikan uang dari perbankan di daerah barat-

selatan. Namun, BI menurut Munandar telah memenuhi pernintaan perbankan. Karenanya, BI akan mengkonfirmasi penyebab sering terjadinya ATM tidak berisi di Kota Subulussalam kepada perbankan setempat.

Pada bagian lain, Munandar menyatakan pada prinsipnya dalam operasional perbankan, bila ATM tidak berfungsi, akan merugikan bank terkait, karena biaya ATM tetap berjalan sementara ATM tidakdigunakan oleh nasabah.

Ia menambahkan bila ada ATM yang sering kosong, maka down time-nya akan meningkat dan tercatat di kantor pusat bank tersebut. Pada akhirnya akan berpengaruh pada penilaian kinerja kantor cabang bank yang mengoperasikan ATM terkait.

Penyebab ATM Kosong
Deputi Kepala BI Aceh Teuku Munandar juga menjelaskan kekosongan ATM umumnya terjadi karena tiga hal. Yaitu akibat alasan teknis (kerusakan sistem jaringan, mesin, dan lainnya).

Selanjutnya karena ketidaktersediaan stok uang pecahan yang digunakan di ATM tersebut sehingga belum bisa dilakukan pengisian ulang di mesin AT.

Kemudian akibat tingginya penarikan uang oleh nasabah melebihi dari transaksi biasanya, sehingga ATM yang baru diisi langsung kosong kembali. ”Sementara petugas ATM perlu waktu untuk melakukan pengisian ulang,” terang Munandar.(lid)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help