Lima Kapal untuk Layani Rute Ulee Lheue-Balohan

SEMENTARA itu, Kepala Bidang (Kabid) Laut Dishub Aceh, Faisal mengatakan, untuk penyerebarangan laut, dari Pelabuhan Ulee Lheue

Lima Kapal untuk Layani Rute Ulee Lheue-Balohan
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tanjung Burang dan KMP Papuyu melayani penyeberangan Ulee Lheue-Balohan, Jumat (29/12). Hari ini diperkirakan terjadi lonjakan wisatawan menuju ke Sabang. SERAMBI/M ANSHAR 

SEMENTARA itu, Kepala Bidang (Kabid) Laut Dishub Aceh, Faisal mengatakan, untuk penyerebarangan laut, dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, disediakan lima unit kapal, dua kapal feri, tiga kapal cepat.

Misalnya, untuk penyeberangan pada hari Sabtu (9/6) jadwal keberangkatan kapal feri KMP Tanjung Burang pukul 07.30 WIB dari Ulee Lheue ke Balohan, KMP BRR pukul 10.30 WIB dari Pelabuhan Ulee Lheu ke Balohan Sabang dan KMP Tanjung Burang pukul 16.00 WIB dari Pelabuhan Ulee Lheue ke Balohan Sabang.

Untuk penyeberangan di wilayah pantai barat-selatan Aceh dan Singkil, kata Faisal, dilayani tiga kapal. Untuk jalur pelayaran Singkil-Pulau Banyak-Gunung Sitoli, dilayani KMP Teluk Singkil, sedangkan untuk pelayaran Meulaboh-Sinabang-Sinabang-Labuhan Haji, dilayani KMP Teluk Sinabang.

Untuk mendukung operasi kedua kapal feri tersebut di wilayah pantai barat-selatan Aceh, lanjut Faisal, ada disediakan kapal tambahan perintis KM Sabuk Nusantara 110. Trayek operasi pelayarannya selama musim angkutan mudik Lebaran 2018, dari Pelabuhan Calang-Sinabang-Meulaboh-Sinabang-Tapaktuan-Sinabang-Meulaboh-Sinabang-Calang.

KM Sabuk Nusantara itu bisa memuat 400 penumpang dan barang 50 ton. Kapal itu punya kerek sendiri. Bila ada barang penumpang, bisa diangkut ke dalam kapal menggunakan kereknya, termasuk sepeda motor.

Operasional KM Sabuk Nusantara 110 itu, kata Faisal, akan diarahkan ke pelabuhan yang mengalami booming (ledakan) penumpang. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan penumpang dan barang pada satu titik lokasi pelabuhan dan masyarakat bisa merayakan Lebaran Idul Fitri 1439 Hijjriahnya, tepat waktu bersama keluarga di kampung halamannya.

“Ini merupakan tugas utama dan kewajiban yang harus diberikan dan dilakukan pemerintah untuk melayani, menyenangkan, dan membahagiakan rakyatnya,” ujar Faisal. (her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved