Nelayan Pijay tak Melaut Sepekan

Sejak dua hari (H-2) sebelum Idul Fitri 1439 H hingga Selasa (19/6) atau selama sepekan, ribuan nelayan di Pidie Jaya (Pijay) tidak melaut

Nelayan Pijay tak Melaut Sepekan
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Nelayan menaikkan perahu robin atau perahu mesin ke atas pantai Ujung Serangga, Susoh, Abdya, Selasa (15/5/2018), kemudian menutupnya dengan terpal dari bahan plastik. Mereka tidak menangkap ikan selama tiga hari sejak Rabu (16/5/2018) hari ini sampai beberapa hari awal Ramadhan. Sebagian nelayan akan beraktivitas kembali pada Sabtu mendatang. 

MEUREUDU - Sejak dua hari (H-2) sebelum Idul Fitri 1439 H hingga Selasa (19/6) atau selama sepekan, ribuan nelayan di Pidie Jaya (Pijay) tidak melaut. Kegiatan selama Lebaran tersebut digunakan untuk menyambung silaturahmi.

“Ini sudah menjadi tradisi bagi ribuan nelayan yang pada umumnya memilih tidak melakukan aktifitas melaut, mulai dua hari menjelang hari raya Idul Fitri hingga tiga hari setelah Lebaran atau selama sepekan,” sebut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indinesia (HNSI) Pijay, Ir H Muhammad Bentara kepada Serambi, Jumat (8/6).

Selama tiga hari pascalebaran, umumnya para nelayan melakukan aktivitas sebagaimana biasanya untuk menjaga pasokan ikan tetap normal di berbagai pusat pasar dalam kabupaten serta luar daerah. Sementara untuk Lebaran Idul Adha umumnya para nelayan memilih selama sepekan pascalebaran tidak melaut, mulai hari pertama hingga hari keenam.

Diakui, selama bulan Ramadhan aktivitas nelayan di berbagai Tempat Pendaratan Ikan (TPI) atau Kuala tetap berjalan normal. Perolehan hasil tangkapan pun masih tergolong normal.

Dari pemantauan, hasil tangkapan masih berkisar 3 sampai 5 tong viber. “Menyangkut dengan harga, hingga saat ini atau selama bukan puasa masih tetap normal,” jelasnya. Misalnya harga ikan tongkol, masih bertahan Rp 20.000/kg, dencis Rp 25.000/kg, dan ikan teri kering Rp 50.000/kg.(c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help