Peserta Seleksi Protes Pansel KIP Banda Aceh

Salah satu peserta seleksi calon anggota KIP Banda Aceh, Azhari SHI, memprotes penetapan 15 nama calon anggota KIP

Peserta Seleksi Protes  Pansel KIP Banda Aceh
DOK SERAMBINEWS.COM
Logo KIP 

BANDA ACEH - Salah satu peserta seleksi calon anggota KIP Banda Aceh, Azhari SHI, memprotes penetapan 15 nama calon anggota KIP periode 2018-2023 yang diumumkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota KIP Banda Aceh pada Kamis (7/6).

“Kami menilai tim pansel tidak objektif dan profesional. Banyak kejanggalan-kejanggalan dari hasil pleno tersebut,” kata Azhari kepada Serambi, Jumat (8/6).

Sebelumnya, Tim Pansel Calon Anggota KIP Banda Aceh menetapkan 15 nama untuk diserahkan ke Komisi A DPRK setempat. Ke 15 nama itu akan mengikuti fit and propertest untuk memilih lima anggota KIP Banda Aceh yang baru.

Adapun ke 15 nama tersebut adalah, Destika Gilang Lestari, Fadli SY, Hamdan SPd, Hasbullah SPd, Hasri Hasan, Hidayat SE, Ibnu Asrul SE, Indra Milwady SSos, Irsal Ambia SH MSi, Irwan SHum MA, Muhammad AH DrsMKomI, Rahmat Riadi SH, Said Faisal Riza Drh, Yushadi, dan Yusri SPdI.

“Jauh-jauh hari sebelum pleno penetapan 15 nama besar calon anggota KIP Banda Aceh, kami sudah mencium bau intervensi dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik pada tahun 2019. Saya selaku peserta sangat kecewa dengan hasil pleno tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Azhari juga mencurigai penetapan 15 nama calon anggota KIP itu tidak berdasarkan perangkingan nilai tertinggi. Karena itu, dia meminta Tim Pansel untuk mempublikasi hasil psikotes, baca Alquran, dan wawancara ke publik.

“Saya menantang Tim Pansel untuk mempublikasi hasil psikotes, baca Alquran, dan wawancara ke publik supaya adanya transparansi. Saya juga menantang mereka untuk melakukan sumpah mubahalah,” pungkasnya.

Sementara Ketua Tim Pansel Calon Anggota KIP Banda Aceh, Syahrul Rizal SH MH yang dihubungi Serambi menjelaskan bahwa proses rekrutmen calon anggota KIP Banda Aceh telah sesuai dengan tahapan. Proses seleksi itu sendiri dilakukan dengan melibatkan semua tim pansel.

“Proses seleksi yang kita lakukan melibatkan seluruh pansel. Tidak ada intervensi dan pengaruh dari pihak manapun. Kita bekerja independen, dan seleksi yang kita lakukan sangat fair,” tegasnya.

Menurutnya, penetapan 15 nama calon anggota KIP Banda Aceh yang kemudian telah diserahkan ke DPRK adalah murni berdasarkan scorsing nilai dari seluruh jenis tes yang dilakukan dan diikuti oleh peserta seleksi.

“Kita tidak mungkin memuaskan seluruh peserta yang ikutseleksi, itu pasti. Karena kita memang harus memilih calon dengan jumlah yang terbatas dan telah ditentukan, sebanyak 15 orang,” ujar dia.

Kendati demikian, lanjutnya, pihaknya tetap menerima kritikan. Syahrul Rizal juga mengatakan bahwa siapapun boleh melihat scorsing nilai di Sekretariat DPRK Banda Aceh. Sebab, saat ini hasil semua tahapan tersebut telah diserahkan ke DPRK.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help