Turki dan Aljazair Serukan Sidang Darurat Majelis Umum PBB untuk Lindungi Rakyat Palestina

Tanggal untuk pertemuan darurat akan diumumkan dalam beberapa hari. Diperkirakan akan dilakukan minggu depan.

Turki dan Aljazair Serukan Sidang Darurat Majelis Umum PBB untuk Lindungi Rakyat Palestina
ANADOLU AGENCY/ABDÜLHAMID HOSBAS
Puluhan orang yang membawa bendera Palestina dan poster memprotes pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di depan parlemen federal Jerman di Berlin, Jerman, Senin (4/6/2018). 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Turki dan Aljazair telah menyerukan sidang darurat Majelis Umum PBB (UNGA) untuk membahas dan memberikan suara pada rancangan resolusi tentang perlindungan Palestina.

Sesi ini diminta oleh Turki selaku Presiden Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Aljazair atas nama Arab, demikian bunyi pernyataan bersama kedua negara yang dikeluarkan Jumat (8/6/2018).

Dilansir Serambinews.com dari Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, Sabtu (9/6/2018), pernyataan bersama kedua negara itu dikeluarkan setelah pertemuan antara Presiden UNGA Miroslav Lajcak dan utusan Turki untuk PBB Feridun Sinirlioglu, bersama dengan perwakilan permanen Aljazair, Bangladesh, Senegal, Mesir, dan Palestina di PBB.

Tanggal untuk pertemuan darurat akan diumumkan dalam beberapa hari. Diperkirakan akan dilakukan minggu depan, menurut sumber diplomatik.

Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan teks rancangan resolusi akan mirip dengan rancangan resolusi sebelumnya yang diajukan oleh Kuwait pada 18 Mei, ke Dewan Keamanan PBB dan diveto oleh AS pada 2 Juni.

Dewan Keamanan PBB mengusulkan rancangan resolusi mengutuk kekerasan Israel dan menyerukan "perlindungan rakyat Palestina" di Gaza dan Tepi Barat.

Sepuluh negara, termasuk Cina, Perancis dan Rusia, memberikan suara mendukung, sementara Inggris, Polandia, Belanda dan Ethiopia abstain.

Kemudian, Dewan Keamanan menolak usulan AS yang menyerukan penghukuman terhadap Hamas atas kekerasan di Gaza.

(Baca: Setelah Razan al Najjar, Tentara Israel Tembak Jarak Dekat Pemuda dari Keluarga Aktivis Palestina)

(Baca: Sejatinya Palestina Punya Pasukan Komando Wanita, Siap Menghajar Tentara Israel di Jalur Gaza)

(Baca: Demi Bela Palestina, Soekarno Rela Korbankan Tiket Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 1958)

Resolusi AS ditentang oleh Rusia, Kuwait dan Bolivia sementara 11 negara abstain dari pemungutan suara.

Resolusi itu menyerukan kecaman dalam hal yang paling kuat dari serangan roket 29 Mei dari Gaza terhadap Israel yang merusak infrastruktur sipilnya.

Desember lalu, PBB secara besar-besaran mengadopsi resolusi di Yerusalem, menyerukan Amerika Serikat untuk menarik pengakuannya atas kota itu sebagai ibu kota Israel, dengan 128 suara mendukung.(*)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help