Aktivis Perempuan Aceh Sorot Rekrutmen KIP Kabupaten/Kota

Forhati mengharapkan keterwakilan perempuan di KIP benar-benar bisa menjadi perhatian DPRK

Aktivis Perempuan Aceh Sorot Rekrutmen KIP Kabupaten/Kota
DOK SERAMBINEWS.COM
Logo KIP 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kalangan aktivis perempuan di Aceh menyorot minimnya keterwakilan perempuan di dalam komposisi keanggotaan Komisi Independen Pemilihan (KIP) di kabupaten/kota.

Data sementara yang dihimpun Forum Alumni Kohati (Forhati), kecuali Aceh Tamiang, nyaris sama sekali tidak ada kabupaten/kota lain yang melibatkan perempuan di dalam keanggotaan KIP.

"Kita lihat, di Aceh Utara tidak ada perempuan, Lhokseumawe, Langsa dan Subulussalam juga sama. Nah sebentar lagi kita lihat Kota Banda Aceh, apakah sama dengan lain?" ucap Presidium Forum Alumni Kohati (Forhati), Arabiyani, kepada Serambinews.com, Minggu (10/6/2018).

Baca: Pansel KIP Aceh dan DPRA Digugat ke PN

Baca: Peserta Seleksi Protes Pansel KIP Banda Aceh

Pihaknya sangat menyayangkan kondisi tersebut, mengingat persoalan ini telah diatur secara jelas di dalam undang undang, baik itu UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, maupun Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2016.

Untuk Banda Aceh sendiri, Forhati mengharapkan keterwakilan perempuan di KIP benar-benar bisa menjadi perhatian DPRK.

"Banda Aceh ini ibukota provinsi, contoh bagi kabupaten/kota lainnya. Kalau Banda Aceh saja tidak peduli, bagaimana kita mau mengharapkan ke kabupaten/kota lain," pungkas Arabiyani.(*)

Penulis: Yocerizal
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help