Menunggu Kejutan Setelah 36 Tahun

TAHUN 1982 merupakan kali terakhir Tim Nasional (Timnas) Peru tampil pada putaran final Piala Dunia

Menunggu Kejutan Setelah 36 Tahun

TAHUN 1982 merupakan kali terakhir Tim Nasional (Timnas) Peru tampil pada putaran final Piala Dunia yang berlangsung di Spanyol. Kini, setelah 36 tahun, La Blanquirroja--julukan Timnas Peru--hadir kembali dalam pesta sepak bola terakbar sejagad di Rusia, 14 Juni-15 Juli mendatang. Skuad Putih Merah ini comeback setelah berhasil melewati perjuangan melelahkan selama kualifikasi hingga play-off.

Di babak kualifikasi Zona Conmebol, tim besutan Ricardo Gareca finish di peringkat kelima. Karena itu, perjuangan Edison Flores dan Jefferson Farfan cs untuk merebut satu tiket putaran final Piala Dunia edisi ke-20 harus berlanjut ke babak play-off. Los Incas--julukan lain Timnas Peru--akhirnya mampu mewujudkan mimpinya untuk tampil kembali di Piala Dunia setelah memenangkan play-off melawan juara Zona Oceania, Selandia Baru.

Pada leg pertama di New Zealand, 11 November 2017, Peru berhasil menahan imbang 0-0 tuan rumah Selandia Baru. Sementara pada pertandingan kedua yang dihelat empat hari kemudian di Stadion Nasional Lima, Peru menang 2-0 berkat gol Jefferson Farfan dan Christian Guillermo Ramos. Kemenangan tersebut mengantarkan Peru sebagai tim terakhir yang lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia.

Hasil itu jelas disambut sukacita oleh puluhan juta rakyat Peru. Bagi mereka, sejauh mana Timnas Peru nanti akan mampu berkiprah di Piala Dunia kali ini bukanlah hal yang terlalu harus dipikirkan. Yang terpenting bagi masyarakat di sana adalah menyaksikan negara mereka tampil di Piala Dunia sudah merupakan berkah tersendiri dan tak ternilai.

Terkait keikutsertaannya di Piala Dunia, ini adalah kali kelima Peru berpartisipasi dalam even empat tahunan itu. Dari empat kali penampilan sebelumnya yaitu Piala Dunia tahun 1930, 1970, 1978, dan 1982, prestasi terbaik yang didapat Timnas Peru adalah menembus babak perempatfinal pada pada tahun 1970.

Kendati track record mereka kurang menggembirakan, tapi untuk gelaran Piala Dunia kali ini seperti kekuatan Peru tak bisa diremehkan. Pasalnya, mereka kerap mengalahkan tim-tim raksasa zona Amerika Selatan (Conmebol) saat babak kualifikasi. Terakhir kali, Peru berhasil menyingkirkan Chile dari posisi lima besar zona Amerika Selatan dan berhak tampil di babak play-off melawan Selandia Baru.

Di luar itu, jika berkaca pada peringkat FIFA terbaru, Peru yang kini berada pada posisi 11 dunia, dan urutan 4 zona Conmebol sudah membuktikan bahwa mereka selama ini tampil sangat konsisten. Buktinya, dalam 6 laga terakhir, Peru selalu bisa menang dengan mencetak 16 gol dan hanya kebobolan 3 gol. Dari enam pertandingan itu, dua duel uji coba di antaranya melawan kontestan Piala Dunia asal Eropa, Kroasia dan Islandia mampu dimenangkan Peru.

Fakta lain, selama babak kualifikasi, Peru dikenal sebagai tim yang sangat efektif di lini depan. Selama penyisihan grup zona Conmebol, Peru mampu mencetak 27 gol. Capaian itu lebih baik dari tim Tango Argentina dengan bintangnya Lionel Messi yang hanya sanggup membuat 19 gol.

Di Rusia nanti, Peru tergabung dalam Grup C bersama Prancis, Australia, dan Denmark. Peru akan memulai laga melawan Denmark pada 16 Juni, disusul menghadapi Prancis pada 21 Juni, dan terakhir menguji kekuatan Australia pada 26 Juni mendatang. Walau menjadi tim paling lemah jika dihitung pengalaman dan mental Piala Dunia dari tiga negara lain, namun Peru tak gentar.

Ricardo Gareca, arsitek Peru berkebangsaan Argentina malah merasa senang dengan hasil undian tersebut. Menurut juru taktik berusia 59 tahun ini, duel melawan Prancis akan mendorong permainan Peru ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara Australia hampir sama dengan Selandia Baru yang disingkirkan Peru di play-off. Gareca merasa percaya diri jika anak asuhnya akan mampu bermain bagus pada Piala Dunia di Rusia nanti.

Mampukah Peru membuat kejutan di Piala Dunia kali ini setelah absen 36 tahun? Atau sebaliknya, kehadiran mereka di Rusia hanya numpang lewat dan sebatas menjadi penggembira. Pertanyaan itu akan terjawab setelah semua laga fase grup C dilangsungkan.(jamaluddin)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help