Bermodal Ilmu Sergio Ramos

RUSIA tetaplah Rusia. Sebuah tim yang mengedepankan power yang dipadu dengan sentuhan anti football

Bermodal Ilmu Sergio Ramos

RUSIA tetaplah Rusia. Sebuah tim yang mengedepankan power yang dipadu dengan sentuhan anti football. Itulah bagian dari kehidupan anak negeri tirai bambu yang dekat dengan aura military yang keras dan spartan.

Sebagai gambaran forsnya permainan Timnas Rusia yang berjuluk Beruang Merah itu, statistik menunjukkan, Beruang Merah telah mengoleksi 41 kartu dari total 40 pertandingan di sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Dua di antara kartu itu adalah kartu merah. Tiga negara yang menyamai Rusia adalah Swedia, Paraguay dan negeri Lech Walensa, Polandia.

Simaklah ungkapan sekaligus ancaman berani pemain belakang Rusia, Ilya Kutepov. “Apa yang dikhawatirkan dari Salah? Tidak ada, sebab Sergio Ramos sudah menunjukkan kepada saya cara untuk menghentikan permainannya,” kata Kutepov, seperti dilansir Mundo Deportivo, akhir pekan lalu.

Sebuah sinyal ‘main sore’ juga dilancarkan pemain belakang lainnya dari tim besutan Stanislav Cherchesov, “saya akan balik menggigit kuping Luis Suarez,” katanya menirukan insiden saat Luis Suarez menggigit kupig Giogio Chelline, bek Italia, dalam duel Uruguay kontra Italia di Grup D Piala Dunia 2014.

Komentar kedua pemain belakang itu jelas jelas menyiratkan Beruang Merah masih setia dengan tipikal fors menjurus anti football. Dengan cara itulah mereka berharap keluar dari fase penyisihan di Grup A yang dihuni oleh Rusia, Singa Gurun Arab Saudi, Mesir serta Uruguay.

Mimpi tuan rumah untuk terbang tinggi di Piala Dunia 2018 memang dipandang sinis para pendukungnya sendiri. Namun skuat beruang Merah itu tetap mendapat dukungan dari tifosinya.

Kantor Berita Rusia, TASS, tadi malam melaporkan, sekitar 9.000 orang menghadiri sesi pelatihan terbuka dari tim sepak bola nasional Rusia di stadion CSKA di Moskow. Para pendukung mendapat undangan khusus untuk masuk Stadion terbesar di Negeri Tirai Besi itu.

Sebelumnya, skuat Rusia juga dipersiapkan di kamp pelatihan di Austria, Neustift im Stubaital. Dalam dua pekan terakhir, tim yang berjuluk Sbornaya itu masih terpuruk dalam dua kali ujicobanya. Yakni dibekap Austria 0-1 dan imbang dengan Turki 1-1.

Sbornaya yang berada di peringkat 63 duania itu, kalah secara beruntun dalam laga ujicoba sebelumnya, antara lain dikalahkan Prancis 1-3, 27 Maret. Kemudian, takluk 0-3 dari Brasil, 23 Maret. Bermain imbang 3-3 melawan Spanyol, 14 November. Selanjutnya, dikalahkan Argentina 0-1, 11 November.

Sejarah mencatat, sejak pecah dari Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia tidak pernah -mampu melewati babak penyisihan grup Piala Dunia. Bahkan, pada Piala Dunia 1998 di Prancis, 2006 di -Jerman, dan 2010 di Afrika Selatan, Sbornaya gagal lolos ke putaran final.

Toh dengan catatan angka merah di laga frindly macth itu, Beruang Merah mematok target lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1994.

Padahal survei yang dilakukan Public Opinion Foundation (FOM) menyebutkan, hanya 4 persen pendukung Rusia merasa yakin bahwa tim kesayangannya akan menjuarai Piala Dunia 2018.

Selain itu, hanya 17 persen yang merasa yakin Rusia akan mampu melewati babak penyi-sihan grup. Kemudian, hanya 9 persen responden merasa yakin Rusia bakal lolos ke perempat final dan 6 persen yang merasa yakin bakal lolos ke semifinal.

Toh sang arsitek Cherchesov tetap punya asa. “Kami tahu bahwa kami bukan favorit. Namun, hal tersebut tidak berarti kami tak boleh bermimpi,” ujar mantan kiper Timnas Rusia itu seperti dilansir Moskow Times, tiga hari silam.

Memang, sedikit sekali personil Beruang Merah yang berkarier di kompetisi top Eropa seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, atau Liga Italia. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. Salah satunya, Denis Dmitriyevich Cheryshev yang sempat berkarir di real Madrid. Lantas apa yang dimiliki Rusia? Mungkin ilmu dari Sergio Ramos dan tragedi Suarez adalah jawabnya.(nurdinsyam)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help