Tafakur

Membersihkan Jiwa

mbillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah

Membersihkan Jiwa
tribunnews.com
Ilustrasi 

Oleh Jarjani Usman

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Taubah: 103).

Kita umat Islam patut bersyukur memiliki agama yang sempurna, hingga ke persoalan jiwa pun mendapat perhatian serius. Setahun sekali, khususnya pada bulan Ramadhan, kita diingatkan untuk membersihkan jiwa dengan mengeluarkan zakat jiwa yang dikenal dengan nama zakat fitrah.

Membersihkan jiwa ini penting, karena menjadi salah satu syarat menjadi penduduk surga. Apalagi dalam hidup ini, kita memiliki berbagai sifat buruk, seperti kikir, iri hati, dan lain-lain. Sifat-sifat ini bagaikan tanaman pengganggu yang menghambat tumbuh dan berkembangnya tanaman-tanaman kebaikan. Bila tanaman-tanaman pengganggu itu dibiarkan lama bersemayam dalam diri kita, maka akan semakin membesar dan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari dan bahkan membinasakan amalan.

Kalau menyayangi diri kita sendiri, tak sepatutnya kita membiarkannya dan merusak diri. Dalam setiap detik hidup yang tersisa, maunya tanaman-tanaman kebaikan tumbuh subur dan menghiasi jiwa kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi insan yang hidup tenang dan bermanfaat, bergelimang dengan pahala, serta bahagia dunia dan akhirat. Di saat ruh keluar dari jasad pun, kita akan dipanggil dengan panggilan yang menyejukkan: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku” (QS. al-Fajr: 27-30).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help