Luar Negeri

Demonstran Interupsi Pidato Duterte di Hari Kemerdekaan Filipina

Duterte baru saja mulai pidatonya sebagai peringatan 120 tahun Kemerdekaan Filipina di provinsi utara Cavite

Demonstran Interupsi Pidato Duterte di Hari Kemerdekaan Filipina
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi hormat usai pidato dalam rangka ulang tahun militer, pada Desember 2017.(Ted Aljibe / AFP) 

SERAMBINEWS.COM, ZAMBOANGA - Para pengunjuk rasa secara sesaat menginterupsi pidato Hari Kemerdekaan yang disampaikan Presiden Rodrigo Duterte pada, Selasa (12/6/2018).

Para pengunjuk rasa itu melambaikan tangan dan mencemooh pemimpin Filipina tersebut.

Duterte baru saja mulai pidatonya sebagai peringatan 120 tahun Kemerdekaan Filipina di provinsi utara Cavite, ketika sekelompok kecil namun lantang berteriak "Duterte pengkhianat!", "Kemerdekaan palsu!" dan "Oust Duterte!".

Polisi kemudian mengusir para demonstran keluar.

"Konstitusi kami menjamin kebebasan pers, kebebasan berkumpul dan kebebasan berekspresi," kata Duterte, dikutip media setempat, yang mengatakan bahwa dia memerintahkan penegak hukum untuk berurusan dengan para demonstran secara damai dan dengan toleransi maksimum.

“Kita mungkin tidak saling memahami, (tapi) setidaknya ada kesamaan antara kita, dan itu adalah cinta untuk negara kita. Tidak ada yang bisa mempertanyakan cintaku pada negara ini,” tambahnya sambil melanjutkan pidatonya.

Duterte sempat mengejutkan para demonstran yang marah di luar kongres Juli lalu dengan menemui mereka setelah menyampaikan pidato kenegaraan selama dua jam.

Ini adalah pertama kalinya Duterte dicemooh pada acara formal sejak menjabat pada 2016 lalu.

Pada acara yang sama, Duterte terlihat berbicara dengan Duta Besar Tiongkok untuk Filipina, Zhao Jianhua.

(Baca: Driver Ojol ini Pernah Dapat Pelanggan Cewek, Permintaannya Bikin Kaget dan Bingung)

(Baca: Edarkan Narkoba di Medan, Pemuda Bireuen Disergap Pegasus)

Zhao juga terlihat terlibat dalam percakapan dengan Kepala Pertahanan Delfin Lorenzana.

Meskipun tidak mengungkap apa yang mereka bicarakan, Filipina pada Senin menegaskan bahwa pihaknya telah meminta China untuk "mendisiplinkan" personel penjaga pantai yang biasa menyita tangkapan nelayan Filipina dalam 200 mil laut Zona Ekonomi Eksklusif.

Nelayan yang berbicara dalam briefing ke media lokal mengklaim situasi membaik sejak Duterte menjadi presiden, tetapi menekankan bahwa Tiongkok tetap mengendalikan Scarborough Shoal.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help