DPRA: Ternak Masih Ancaman bagi Pemudik

Wakil Ketua DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi menyatakan, ternak sapi, kerbau, kambing, serta ternak lainnya

DPRA: Ternak Masih Ancaman bagi Pemudik
DOK.DPRA
Sulaiman Abda 

* Polres Aceh Jaya Sudah Lakukan 11 Kali Penyuluhan

BANDA ACEH - Wakil Ketua DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi menyatakan, ternak sapi, kerbau, kambing, serta ternak lainnya yang sering melintas di badan jalan nasional wilayah Aceh Jaya, masih tetap menjadi ancaman gangguan kecelakaan lalu lintas di wilayah pantai barat pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Pernyataan itu disampaikan Sulaiman Abda ke media setelah ia bersama Tim Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Jasa Raharja, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh memantau kondisi riil ruas jalan nasional di wilayah Aceh Jaya arah ke Meulaboh, Senin (11/6).

“Berdasarkan hasil pantauan kami ke Leupung, Lhoong, Lamno, hingga Calang, Aceh Jaya sepanjang 150 km, ternyata masih banyak ditemukan ternak sapi, kerbau, dan kambing yang berkeliaran atau melintas di jalan nasional. Ini tentu menjadi gangguan serius bagi pemudik, karena ternak tersebut bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Sulaiman Abda kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (11/6), seusai meninjau Pos Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2018 di Calang, ibu kota Aceh Jaya.

Sulaiman Abda menilai, persiapan pihak kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2018 yang terdapat di Leupung, Lamno, dan Calang, sudah sangat bagus.

Persiapan yang dilakukan kapolresnya di Pos Pengamanan Arus Mudik Lebaran di Calang, menurut Sulaiman Abda, sudah lengkap, mulai dari ambulans, sampai alat berat dan tim reaksi cepat penanganan kecelakaan dari dinas kesehatan pun sudah siaga di tempat selama 24 jam. Selaku unsur pimpinan DPRA, Sulaiman Abda mengapreasi hal itu.

Namun, ia tetap menekankan pentingnya penertiban ternak di sepanjang jalan, mulai dari perbatasan Aceh Besar dengan Aceh Jaya hingga ke perbatasan Aceh Jaya dengan Aceh Barat. “Di sepanjang jalan itu masih banyak ternak yang berkeliaran. Ini harus menjadi perhatian serius tim pengamanan arus mudik di wilayah Aceh Jaya,” imbuh Sulaiman Abda.

Hal senada diutarakan Abdurrahman Ahmad, Anggota DPRA yang mendampingi Wakil Ketua Sulaiman Abda saat memantau kondisi hewan ternak di lintasan jalan nasional sejak dari Aceh Besar hingga Aceh Jaya. “Harus sangat hati-hati mengendarai di kawasan ini karena banyak ternak melintas atau berkeliaran di jalan. Jangan paksakan mengemudi, kalau sudah lelah dan ngantuk ya beristirahatlah sejenak. Keluarga di kampung menunggu Anda dalam kondisi yang sehat, bukan menunggu berita duka akibat kelalaian di jalan raya,” wejangnya.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto kepada wartawan mengatakan, upaya untuk mengingkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepas ternaknya di jalan raya karena bisa membahayakan pengendara sudah dilakukan pihaknya sebelas kali dalam bentuk penyuluhan bersama Satpol PP setempat.

Sejak masuk masa mudik Lebaran 2018 ini, kata Kapolres, mulai Minggu kemarin baru ada satu kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan nasional Lamno-Calang. Peristiwa itu terjadi Sabtu (9/6) pukul 15.30 WIB di Desa Patek, Kecamatan Darul Hikmah, antara mobil Toyota Avanza dengan sepeda motor. Dalam insiden itu seorang penumpang meninggal, sedangkan pengendara sepeda motor luka ringan.

Sampai kini, menurut Eko, belum ada kasus laka lantas yang disebabkan ternak. “Namun demikian, kita tetap melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat di pinggir jalan nasional yang memiliki ternak agar dikandang, tidak lagi dilepas. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemudik.” kata Kapolres Aceh Jaya.

Sekembali kunjungan dari Aceh Jayat, Wakil Ketua DPRA bersama Tim Dirlantas Polda Aceh, Dinas PUPR, dan PT Jasa Raharja melakukan pertemuan dengan Dirlantas Polda Aceh, Hendro.

Dalam laporannya, Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda mengatakan, sangat puas karena persiapan pos pengamanan arus mudik di lintasan wilayah barat cukup bagus dan didukung oleh peralatan yang sangat memadai, termasuk alat berat, ambulans, dan tim reaksi cepat pengobatan jika terjadi laka lantas yang kategorinya parah. Cuma, ternak yang berkeliaran di badan jalan masih tetap dikeluhkan Sulaiman Abda sebagai ancaman bagi pemudik.

Sulaiman mengatakan, pemantauan persiapan pos pengamanan arus mudik ini rutin dilakukan setiap tahun dengan melibatka unsur Polda Aceh dan instansi terkait lainnya. Hari ini, pemantauan serupa akan dilakukan ke kawasan Saree, Aceh Besar. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help