Home »

Sport

» Basket

Saat La Tricolor Impikan Semifinal

BICARA sepak bola Amerika Latin tak harus melulu dengan hebatnya Samba Brasil, Tango Argentina, Uruguay,

Saat La Tricolor Impikan Semifinal

BICARA sepak bola Amerika Latin tak harus melulu dengan hebatnya Samba Brasil, Tango Argentina, Uruguay, atau Indiano Chili. Namun, timnas Kolombia jangan dianggap remeh. Ingat....! Kolombia juga salah satu dinamit sikulit bundar di zona Conmebol.

Bukti sahih La Tricolor–julukan timnas Kolombia–perlu diperhitungkan, karena mereka pernah memiliki sejumlah pemain berlabel bintang. Bahkan, di era 90-an, mereka pernah menikmati masa kejayaan. Kala itu, siapa tak kenal dengan figur el-capiten berambut gimbal Carlos Valderrama, Faustino Asprilla, hingga kiper nyentrik jago tendangan bebas, Rene Higuita

Kolaborasi pemain top itu membuat Kolombia sukses memutus masa penantian panjang. Sejarah mencatat, mulai dari perhelatan Piala Dunia 1966 di Inggris hingga 1986 di Meksiko, Kolombia gagal tampil di turnamen akbar sejagad tersebut. Mereka absen selama enam kali pergelaran World Cup karena kalah bersaing di zona Conmebol.

Setelah menunggu selama 24 tahun, Kolombia akhirnya kembali ke pentas Piala Dunia 1990, 1994, dan 1998. Hanya saja, di Piala Dunia edisi 1994 di Amerika Serikat, publik sepak bola dunia dan Kolombia dibuat gempar. Bek timnas Kolombia, Andreas Escobar ditembak mafia obat terlarang di negara tersebut. Escobar ditembak akibat gol bunuh diri ke gawang sendiri ketika menghadapi tuan rumah AS.

Beruntung, selepas gagal dalam tiga kali pelaksanaan Piala Dunia itu, Valderrama dkk sukses memberi Kolombia dengan gelar Copa Amerika tahun 2001. Ternyata, setelah menjadi raja di Amerika Latin, mereka mengalami masa-masa suram prestasi. Akibatnya, pada tiga edisi 2002, 2006, dan 2010, Kolombia gagal lolos dari prakualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Latin.

Untung saja, sejarah tak berulang. Jika sebelumnya harus menunggu kelolosan hingga 24 tahun, kali ini mereka cukup 16 tahun saja. Di mana James Rodriguez dkk sukses mengakhiri penantian panjang tersebut. Lewat sentuhan tangan dingan pelatih asal Argentina, Jose Pekerman membuat Kolombia lolos ke Piala Dunia Brasil 2014.

Ternyata, penampilan Los Cafeteros–julukan timnas Kolombia–setelah gagal di tiga edisi sebelumnya sangat menjanjikan. James Rodriguez dkk melaju hingga babak perempatfinal sebelum disingkirkan tuan rumah Brasil. Dalam duel itu, mereka menyerah 1-2.

Di Piala Dunia kali ini, skuad Kolombia tergabung di Grup H bersama Polandia, Senegal, dan Jepang. Boleh jadi, dengan kekuatan merata dan mumpuni di semua lini, mereka sepertinya akan melangkah mudah ke babak 16 besar. Memang, hadangan berat dipastikan datang dari Polandia, serta wakil Afrika, Senegal.

Jika bursa rumah taruhan menempatkan Jerman, Brasil, Prancis plus Spanyol sebagai negara paling berpeluang untuk menjuara Piala Dunia 2018. Maka Kolombia, Kroasia, Uruguay, dan juara Piala Eropa 2016 lalu, Portugal merupakan kuarter kuda hitam paling berbahaya di Rusia nanti.

Bukan rahasia lagi, Kolombia datang ke arena pertandingan dengan sejumlah pemain top dunia. Misalnya, James Rodriguez, Juan Cuadrado, Davinson Sanchez, David Ospina dan Luis Muriel. Dan teranyar, dalam skuad La Tricolor tercantum nama mesin gol AS Monaco, Radamel Falcao.

El-Tigre–julukan Radamel Falcao–akan menjadi pilihan utama Jose Pekerman. Sebagaimana diketahui, Falcao tak bisa berlaga di Piala Dunia 2014 menyusul cedera berat. Namun, kali ini, mantan tukang gedor Atletico Madrid, dan Manchester United ini siap unjuk kekuatan. Lalu, bagaimana kans mereka? “Saya ingin tampil bagus di Piala Dunia dan membantu rekan-rekan setim untuk bisa lolos ke semifinal atau final - kenapa tidak?” ujar James Rodriguez di situs resmi Bundesliga.

Boleh jadi, berdasarkan pengalaman empat tahun lalu di Brasil, kematangan mereka semakin teruji. Karena itu, Kolombia tanpa ragu memasang target tinggi lolos ke semifinal. Impian itu terbuka mengingat mereka memiliki pemain berkualitas, dan juru latih sarat pengalaman.(imran thayeb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help