Kupi Beungoh

1439, Andai Ramadhan Terakhir Kita

Apabila kita tahu bahwa ini adalah Ramadhan terakhir kita, maka tentu kita akan menghabiskan malam-malam untuk bermunajat pada Allah.

1439, Andai Ramadhan Terakhir Kita
IST
Asrizal H Asnawi 

Oleh: Asrizal H Asnawi*)

"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa (di dalamnya). Dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu neraka, setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Orang yang di haramkan kebaikannya, maka ia telah di haramkan dari semua kebaikan.’’ (HR.Ahmad)

TAK terasa, Ramadhan akan meninggalkan kita. Ramadhan adalah bulan terindah, bulan diturunkannya Alquran, bulan suci penuh berkah yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.

Ramadhan adalah proyek Allah, dilaksanakan tanpa tender, dan benar-benar tanpa fee. Siapa saja bisa meraihnya tanpa kecuali, sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.

(Baca: MUI Berharap Idul Fitri 1439 H Jatuh Hari Jumat 15 Juni 2018, Ini Alasannya)

Jika kaum Muslim mengetahui dengan pasti berkah-berkah yang disebarkan sepanjang bulan agung ini, serta memahami keagungan karunianya, niscaya mereka akan sangat berharap bulan Ramadhan berlangsung terus sepanjang tahun.

Bulan Ramadhan memiliki keunikan penting karena merupakan sumber berbagai berkah agung yang menjadi dasar dari bermacam kenikmatan yang tidak terbatas.

Keagungan dan kemuliaan serta berkah maknawi dan duniawi dari bulan ini yang tercurah kepada kaum mukmin adalah hal-hal yang tidak bisa sepenuhnya digambarkan dalam hadis-hadis. Ramadhan adalah bulannya memperbaiki akhlak.

(Baca: Inilah Akhlak, Doa, dan Sifat Hidup Orang Beriman)

Latihan untuk bersabar, latihan untuk ridha dan berempati. Puasa juga berarti melatih dan menahan diri untuk tidak sombong, menahan diri dari hawa nafsu, menahan diri untuk tidak rakus, menahan diri untuk tidak menyudutkan, menahan diri untuk tidak marah, menahan diri untuk tidak memaki, dan menahan diri untuk tidak menyakiti siapapun.

Telah diwajibkan puasa bagi orang-orang yang beriman.

Maka puasa lidah adalah menjauhi perkataan dusta.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help