Piala Dunia 2018

Kisah Mengenaskan Para Pemain Korea Utara di Piala Dunia 1966, Dapat Penganiayaan dan Dipenjara

Jika di negara lain skuad Korea Utara bakal dielu-elukan dan diberi hadiah, di negeri komunis nan tertutup ini sebaliknya.

Kisah Mengenaskan Para Pemain Korea Utara di Piala Dunia 1966, Dapat Penganiayaan dan Dipenjara
FIFA
Korut vs Portugal di Piala Dunia 1966. 

Sang penguasa menilai para pemain Korut tidak disiplin dan melawan norma yang diterapkan selama di Inggris.

Dua hari sebelum berlaga melawan Portugal, para pemain Korut ketahuan pergi minum-minum di bar di Liverpool. Mereka bahkan ditemani para gadis.

Di lapangan, jejak ketidakdisiplinan itu terlihat. Dalam waktu 30 menit, mereka seperti kehabisan bensin.

Baca: Hyon Song Wol, Mantan Kekasih Kim Jong Un Kini Jadi Leader Girl Band, Berikut Faktanya

Baca: Doa dan Niat Puasa ke-29 hingga Pahala Puasanya, Simak Penjelasannya

Rezim Kim II Sung berang dan menganggap mental para pemain telah dikorupsi oleh paham imperialis barat.

Hanya kiper Park Douik yang tidak dimasukkan ke Gulag.

Berdasarkan laporan intelijen, Douik tidak ikut berpesta bareng teman-temannya karena sakit perut. Jadi, selamatlah dia dari hukuman penjara.

Kisah menyeramkan ini terkuak berdasar cerita Kang Chol-hwan, seorang tahanan politik sekaligus penulis buku The Aquariums of Pyongyang.

Baca: Kapan Hari Raya Idul Fitri? Besok Kemenag Aceh akan Pantau Hilal Syawal 1439 H di 7 Lokasi Ini

Baca: Gus Yahya Kunjungi Israel, CEO AMI Group Beri Bukti Kutukan Kemenlu Palestina

Di Gulag, Kang mengaku bertemu Park Seung-zin, salah satu pemain timnas Korut pada 1977.

Kala itu Park mendapat hukuman tambahan karena ketahuan mencuri dan membantah penjaga setelah beberapa saat menjalani hukumannya.

Park diisolasi selama beberapa minggu dalam ruangan sempit yang tak pernah dibuka, dan tak memiliki penerangan.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help