Palestina

Pemukim Yahudi Bentrok dengan Polisi Israel, Protes Pembongkaran 15 Rumah Ilegal di Tanah Palestina

Para pemukim yang marah, bertahan di dalam sejumlah bangunan yang akan dibongkar di pos terdepan, dekat Hebron di Tepi Barat selatan

Pemukim Yahudi Bentrok dengan Polisi Israel, Protes Pembongkaran 15 Rumah Ilegal di Tanah Palestina
Polisi Israel (Foto: Anadolu Agency) 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Ratusan pemukim Yahudi bentrok dengan polisi Israel, Selasa (12/6/2018).

Bentrokan itu terjadi menjelang evakuasi pos ilegal di Tepi Barat yang diduduki oleh pemukim Yahudi.

Para pemukim yang marah, bertahan di dalam sejumlah bangunan yang akan dibongkar di pos terdepan Netiv Ha'avot di Gush Etzion, dekat Hebron di Tepi Barat selatan, menurut harian Israel Yediot Ahronoth.

Para pengunjuk rasa membakar ban dan tong sampah dan mulai mendorong polisi.

Sementara puluhan dari mereka bentrok dengan pasukan polisi perbatasan, kata surat kabar itu.

Pengadilan Tinggi Israel memerintahkan pembongkaran 15 rumah yang dibangun secara ilegal di tanah Palestina.

(Baca: Ini Ucapan Idul Fitri dan Jawabannya yang Sesuai Tuntunan Rasulullah, Adakah Minal Aidin wal Faizin?)

Kepurusan ini terbit setelah petisi yang diajukan oleh gerakan Israel Peace Now, yang mencakup nama-nama pemohon Palestina yang memiliki tanah itu.

Pada hari Senin, ribuan orang, termasuk Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett dan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked, menghadiri aksi protes di pos terdepan.

Berada di pihak para pengunjuk rasa, Bennett menuduh Pengadilan Tinggi melanggar hak-hak pemukim Israel.

Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, selama Perang Arab-Israel 1967.

(Baca: Ingin Teruskan Perjuangan Razan Al-Najjar yang Ditembak Tentara Israel, Ibunda Pakai Rompi Putrinya)

(Baca: Melihat Kekuatan Militer Iran dan Israel, Kalau Perang Terjadi Siapa yang Menang? )

Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 mengklaim sebagai "ibu kota yang tak terbagi dan abadi" negara Yahudi - sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "wilayah pendudukan" dan menganggap semua konstruksi pemukiman Yahudi di sana sebagai ilegal.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help