Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 Sudah Memakan Korban di Bangladesh, Penggemar Brasil dan Argentina Bentrok

Pekan lalu, para pendukung dua negara Amerika Selatan di kota Bandar terlibat tawuran dengan menggunakan golok.

Piala Dunia 2018 Sudah Memakan Korban di Bangladesh, Penggemar Brasil dan Argentina Bentrok
Kolase Serambinews.com
Trofi Piala Dunia 

SERAMBINEWS.COM, DHAKA - Piala Dunia 2018 baru akan memulai pertandingan pertamanya pada Kamis (14/6/2018), tetapi korban sudah berjatuhan di Bangladesh ketika penggemar Brasil dan Argentina di negeri itu terlibat bentrokan.

Pekan lalu, para pendukung dua negara Amerika Selatan di kota Bandar terlibat tawuran dengan menggunakan golok.

Alhasil seorang pria dan putranya kini dalam kondisi kritis.

Bendera Brasil dan Argentina memang terlihat mendominasi di negeri berpenduduk 160 juta orang itu menjelang perhelatan Piala Dunia di Rusia.

Para pendukung kedua tim mengibarkan bendera untuk menunjukkan loyalitas mereka.

Baca: Korsleting Genset, Rumah Anggota DPRA Nyaris Terbakar, Begini Detik-detik Munculnya Api

Baca: Inilah 5 Pemain Sepak Bola Terbaik yang Berasal dari Afrika Saat Ini, Adakah Jagoan Anda?

Di kota Madarganji, wilayah utara Bangladesh, warga menggelar konvoi sepeda motor sambil mengibarkan bendera negara peserta Piala Dunia.

"Mereka menggelar pertemuan untuk merencanakan kegilaan baru. Anda bisa merasakan kegembiraan sekaligus ketegangan di seluruh kota," kata kepala kepolisian setempat Mohammad Rafique.

Namun, sejumlah orang warga Bangladesh yang ingin menghentikan kegilaan terkait Piala Dunia ini.

Seorang pengacara mencoba meminta pengadilan agar melarang warga mengibarkan negara peserta Piala Dunia.

Baca: Waspadalah! 5 Masalah Kesehatan yang Sering Timbul Saat Lebaran, Makanan Berpengaruh

Baca: Kisah Mengenaskan Para Pemain Korea Utara di Piala Dunia 1966, Dapat Penganiayaan dan Dipenjara

Sementara itu, Universitas Barisal di wilayah selatan Bangladesh melarang 7.000 mahasiswanya mengibarkan bendera asing di dalam kampus.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help