Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 Sudah Memakan Korban di Bangladesh, Penggemar Brasil dan Argentina Bentrok

Pekan lalu, para pendukung dua negara Amerika Selatan di kota Bandar terlibat tawuran dengan menggunakan golok.

Piala Dunia 2018 Sudah Memakan Korban di Bangladesh, Penggemar Brasil dan Argentina Bentrok
Kolase Serambinews.com
Trofi Piala Dunia 

"Pemerintah seharusnya melarang warga mengibarkan bendera asing di seluruh wilayah Bangladesh," kata Rektor Universitas Barisal, SM Imamul Haq.

Pengibaran bendera peserta Piala Dunia merupakan tanda warga  Bangladesh untuk sekali dalam empat tahun
lebih memilih sepak bola ketimbang kriket.

Baca: Keren! Xiaomi Luncurkan Redmi 6 dan Redmi 6A, Tampilannya Menarik dan Harganya Rp 1 Jutaan

Baca: Kerap Jadi Sarang Kejahatan, 10 Tips Aman Naik Angkutan Umum! No. 4 Jarang Kamu Sadari

Meski Bangladesh belum pernah lolos ke piala dunia, warga negeri itu menjadi "gila" saat turnamen empat tahunan itu digelar.

Fenomena ini membuat para pakar sosiologi tak habis pikir dan kesulitan menjelaskan kondisi euforia tersebut,.

"Banyak dari orang ini tak tahu letak Brasil atau Argentina. Tak ada kaitan darah atau bahasa, tetapi mereka amat mencintai kedua negara itu," kata guru besar ilmu sosiologi dari Universitas Dhaka, Nehal Karim.

"Saya sama sekali tak memahaminya," tambah Karim.

Baca: Doa dan Niat Puasa ke-29 hingga Pahala Puasanya, Simak Penjelasannya

Baca: Hyon Song Wol, Mantan Kekasih Kim Jong Un Kini Jadi Leader Girl Band, Berikut Faktanya

Sementara itu, wakil rektor Universitas Terbuka Bangladesh Mokkadem Hossain menegaskan, situasi ini adalah sebuah contoh globalisasi yng tengah bekerja.

"Ini adalah bagian dari branding di seluruh dunia. Mengibarkan bendaera dan keriaan di sekitarnya adalah hasil dari kesenangan itu," tambah Hossain.

Seorang penulis, Ashif Entaz Rabi membela kegilaan empat tahunan itu. Dia mengatakan, Piala Dunia adalah sumber kesenangan bagi jutaan orang,' kata Rabi.

"Jika seorang penggemar Argentina menemukan kebahagiaan degnan mngibarkan bendera negara itu di atap rumahnya, siapa Anda sehingga merasa berhak melarangnya?" lanjut Rabi. 

Baca: Enam Jambo di Dekat Kampus IAIN Lhokseumawe Terbakar

Baca: Kerap Jadi Sarang Kejahatan, 10 Tips Aman Naik Angkutan Umum! No. 4 Jarang Kamu Sadari

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help