Usai Kapolri Ultimatum Kapolres, Begal Yang Ganggu Pemudik Tewas Ditembak Polisi

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat diamankan.

Usai Kapolri Ultimatum Kapolres, Begal Yang Ganggu Pemudik Tewas Ditembak Polisi
Kolase Tribun Lampung
Begal yang mengganggu pemudik di Jalinsum Lampung ditangkap jajaran Polres Lamsel, satu ditembak mati, Selasa, 12 Juni 2018 

Zulfahmi menambahkan, korban dibantu sebuah mobil pickup untuk melapor ke polsek terdekat, lalu di bawa ke puskesmas tak jauh dari lokasi.

Tidak berselang lama, korban dirujuk ke RSUAM dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Pihak keluarga oleh rumah sakit baru dihubungi pada pukul 06.00 WIB.

 
"Begitu kami datang, Syahroni tidak sadarkan diri dan masih dalam keadaan mengorok keras. Baru jam 15.30 WIB dia berhenti ngoroknya, tapi belum membuka matanya.

Bersyukurnya, jam 18.00 WIB Syahroni mulai membuka mata dan sadar, walau belum bisa bicara sempurna. Saya sebagai keluarga berharap kasus ini bisa segera diungkap," harapnya.

Menurut keterangannya, Syahroni adalah ayah satu anak dengan istri yang tinggal di Garut, Jawa Barat. Karena takut sang istri syok mendengar kejadian ini, maka musibah ini masih dirahasiakan pihak keluarga.

Tapi, trauma soal pembegalan sampai detik ini masih membekas di keluarga Syahroni.

Baca: Inilah 5 Pemain Sepak Bola Terbaik yang Berasal dari Afrika Saat Ini, Adakah Jagoan Anda?

Baca: Korsleting Genset, Rumah Anggota DPRA Nyaris Terbakar, Begini Detik-detik Munculnya Api

Ultimatum Kapolri

Dalam kunjunganya memantau arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengancam akan mencopot kapolres jika di wilayah hukumnya terjadi pembegalan yang dialami oleh pemudik.

Ia meminta Kapolda Lampung dan Polres Jajaran benar-benar bisa memberikan jaminan keamanan bagi para pemudik.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help