Bom Karbit Akan Ditertibkan

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK menegaskan, polisi akan menertibkan bom karbit yang biasa dilaksanakan

Bom Karbit Akan Ditertibkan
ANDY NUGRAHA SETIAWAN, Kapolres Pidie 

SIGLI - Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK menegaskan, polisi akan menertibkan bom karbit yang biasa dilaksanakan di Gampong Ulee Tutue, Kecamatan Delima setiap malam Idul Fitri 1439 H. Penertiban itu akan dilakukan jika aktivitas tersebut mengganggu kenyamanan penduduk.

“Kami menghargai aktivitas membakar bom karbit yang dinilai sebagai tradisi pemuda pada malam perayaan Idul Fitri. Tapi, jika tradisi itu telah mengusik warga, maka kami akan menertibkannya,” kata Kapolres Pidie, AKBP Andy Siregar, Rabu (13/6).

Untuk diketahui, bom karbit ini diledakkan pada malam kedua hingga keempat perayaan Idul Fitri. Tradisi tersebut dilakukan pemuda Ulee Tutue dan Meunasah Raya, Gampong Aree.

Kegiatan membakar bom karbit itu juga selalu menjadi menarik bagi warga yang sengaja datang guna menyaksikan pembakaran bom karbit yang menggunakan drum itu. Biasanya saat dibakar, api menyembur sekitar satu meter ke angkasa sambil mengeluarkan suara dentuman keras.

Kapolres Pidie ini menambahkan, dirinya akan meminta Kapolsek untuk melakukan tindakan persuasif kepada warga yang membakar bom karbit. Antara lain, dengan memberikan pengarahan bagi warga, agar aktivitas itu tidak mengganggu kenyamanan penduduk sekitar.

Artinya, pemuda boleh melakukan tradisi itu dengan memilih lokasi yang jauh dari rumah penduduk. “Sehingga suara ledakan bom karbit itu tidak mengusik warga lain yang sedang merayakan Idul Fitri,” ujarnya.

Kapolres Andy juga mengungkapkan, untuk penertiban mercon, polisi juga telah melakukan razia di beberapa toko. Razia itu dilakukan sebelum musibah kebakaran yang terjadi di Gampong Kramat Dalam, Kecamatan Kota Sigli.

Menurutnya, dalam razia itu polisi sempat mengamankan empat pemilik toko. Yakni, SZ (42) warga Gampong Meugit (Kecamatan Mutiara Timur), MA (38) warga Pante Bereh (Kecamatan Mutiara), SB (35) warga Yaman Baroh (Kecamatan Mutiara), dan SA (38) warga Jojo (Kecamatan Mutiara Timur). “Ketiganya tidak ditahan karena bersedia membuat surat perjanjian tidak menjual mercon lagi,” ungkapnya.

Mercon yang diamankan berupa tiga batang mercon roman candle, 44 kotak mercon statere misile, 27 kotak mercon happy flower, 13 mercon roman candle, 40 mercon cabai, 8 mercon roman candl, 5 mercon cabai, 33 kotak kecil mercon happy flower dan 3 mercon lotre roman candle.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, Rabu (13/6) mengingatkan masyarakat Pidie agar tidak membakar sampah sembarangan. Para orang tua juga diminta mengawasi anak-anaknya agar tidak membakar mercon dan kembang api.

“Khusus kepada warga di kawasan Tangse, Mane, dan Geumpang, kami minta agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat cuaca panas yang sangat mudah memicu timbulnya kebakaran hutan dan lahan,” imbaunya.

Ia berharap, hingga berakhirnya cuaca panas yang melanda satu bulan terakhir ini, tidak ada lagi peristiwa kebakaran baik permukiman mapun lahan di Pidie.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help