Kupi Beungoh

Duh! Masjid Raya Baiturrahman tak Ramah Lansia

Mendatangi Masjid Baiturrahman seakan menjadi pelepas rindu terhadap Masjid Nabawi di Kota Suci Madinah, Saudi Arabia.

Duh! Masjid Raya Baiturrahman tak Ramah Lansia
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Masjid Raya Baiturahman. 

Oleh : Hasan Basri M. Nur

MASJID Raya Baiturrahman benar-benar telah menjadi ikon utama bagi Aceh.

Penampilannya semakin elok dan memesona setelah renovasi besar-besaran pada masa Pemerintahan Zaini Abdullah – Muzakkir Manaf (2012-2017).

Pemasangan 12 unit payung di sisi kiri-kanan, hamparan granit mengkilap di halaman masjid, serta tempat parkir dan bersuci di lantai bawah tanah, semakin membuat masjid ini indah dan berkelas.

Para tamu dari luar Aceh, termasuk dari Negeri Jiran Malaysia, banyak yang membicarakan keelokan masjid penuh kisah yang pernah dibakar serdadu Belanda ini.

(Baca: Rusjdi Ali Muhammad Khatib Shalat Id di Masjid Raya)

(Baca: Jenazah Teungku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam Dishalatkan di Sela Tarawih di Masjid Raya)

Orang-orang di luar Banda Aceh rindu untuk menziarahi Masjid Raya Baiturrahman.

Mendatangi Masjid Baiturrahman seakan menjadi pelepas rindu terhadap Masjid Nabawi di Kota Suci Madinah, Saudi Arabia.

"Sudah lama saya tidak kemari. Suasananya serasa berada di Madinah," ujar ibunda kami menjelang buka puasa beberapa waktu lalu.

Suasana pada sepanjang bulan Ramadhan 1439 H seakan mirip dengan Masjid Nabawi.

Orang-orang berdatangan dan berkumpul di halaman masjid sembari menunggu waktu berbuka puasa dengan bekal yang mereka bawa sendiri.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help