Home »

Sport

Jalan Berliku The Socceroos

PIALA Dunia 2018 merupakan edisi kelima timnas Australia dalam penampilan mereka

Jalan Berliku The Socceroos

PIALA Dunia 2018 merupakan edisi kelima timnas Australia dalam penampilan mereka. Hanya saja, dari empat kehadiran ke turnamen empat tahunan itu, mereka lebih banyak mentok di babak penyisihan grup. Boleh jadi, dalam World Cup 2006 di Afrika Selatan, The Socceroos–julukan Australia–bisa lolos ke babak 16 besar.

Piala Dunia 1974 di Jerman Barat menjadi ukiran sejarah bagi Benua Kangguru tersebut. Ya, untuk pertama kali, mereka berhasil menginjak kaki ke arena bergengsi itu. Namun, debutan Australia berakhir kurang menggembirakan ketika harus duduk manis sebagai juru kunci.

Saat itu, punggawa Socceroos datang dengan memboyong pemain amatiran. Dengan kekuatan seperti ini, sudah dapat ditebak kalau mereka hanya sebatas penggembira. Dari tiga partai dilakoni di fase grup, mereka tak mampu mencetak satu gol pun.

Di laga pembuka Grup 1, Australia dibungkam Jerman Timur dengan skor 2-0. Setelah itu, giliran tuan rumah Jerman Barat merebut kemenangan 3-0. Kemudian, Jerman berakhir dengan naik ke tangga juara. Beruntung, di pertandingan pamungkas grup, skuadra Australia berhasil menahan imbang Chili 0-0.

Ternyata, selepas bertanding di Piala Dunia 1974, nama Australia hilang dari percaturan sepak bola. Boleh jadi, kesempatan mereka lolos terhitung kecil. Betapa tidak, sebagai juara Oceania harus bertemu juara Zona Amerika Selatan (Conmebol) untuk perebutan tiket ke Piala Dunia. Sehingga, mereka selalu kalah dalam partai play-off itu.

Pada tahun 2006, federasi sepak bola Australia membuat keputusan penting. Mereka secara resmi meminta untuk bergabung dengan konfederasi sepak bola Asia, AFC. Bahkan, pada 2015, The Socceroos sukses tampil sebagai juara Piala Asia.
Berlabel sebagai juara Asia, timnas Australia diprediksi dengan mudah bisa melewati babak prakualifikasi Piala Dunia. Alih-alih memperoleh tiket terbang ke Piala Dunia Rusia, mereka nyaris saja gagal lolos. Bagaimana tidak, Tim Cahill harus bekerja keras dalam dua kali partai play-off.

Tiket otomatis menjadi milik Jepang dan Arab Saudi. Sebagai penghuni posisi tiga, mereka harus melawan Suriah dalam babak play-off zona Asia. Usai sukses di sini, Australia harus kembali melakoni partai play-off menghadapi wakil Zona Concacaf, timnas Honduras.

Di leg pertama, Jackson Irvine dkk harus bermain di kandang Honduras. Hasilnya, Australia mampu membawa pulang hasil positif saat menahan tuan rumah 1-1. Modal tersebut rupanya cukup untuk membantu Mathew Leckie cs ke Piala Dunia. Ya, dalam laga leg kedua di Sidney, tuan rumah menang telak 3-1.

Hanya saja, keberhasilan lolos ke Piala Dunia memakan korban. Sang juru latih timnas Australia, Ange Postecoglou memutuskan untuk mundur. Seperti dirilis The Guardian, Ante Postecoglou menanggalkan jabatannya karena tidak tahan dengan tekanan sepak bola internasional.

Menghadapi ketatnya persaingan di Piala Dunia, Australia telah memilih mantan arsitek timnas Belanda, Bert van Marwijk. Sebelum menangani Socceroos, van Marwijk sukses mengantarkan Arab Saudi lolos ke Rusia. Namun, kebersamaan mereka putus di tengah jalan menyusul tak sepakat dengan kontrak baru.

Kehadiran van Marwijk plus ditunjang pemain berkualitas di Liga Eropa, tentu menjadi modal berharga. Apalagi, kualitas mereka di klub tak diragukan lagi. Dengan demikian, Tim Cahill dkk siap bersaing dengan Prancis, Denmark, dan Peru di Grup C.(imran thayeb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help