Opini

Selamat Idul Fitri

SETELAH melewati madrasah ruhaniah Ramadhan selama sebulan penuh, alunan takbir bergema di seluruh penjuru

Selamat Idul Fitri
SERAMBI/M ANSHAR
Umat Islam melaksanakan Shalat Ied Idul Fitri. 

Oleh Marhamah

“Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim.” (QS. an-Nisa’: 1)

SETELAH melewati madrasah ruhaniah Ramadhan selama sebulan penuh, alunan takbir bergema di seluruh penjuru dunia. Ketika lapangan dan masjid dipenuhi oleh orang-orang yang akan melaksanakan shalat Id, tali shilaturrahmi kembali terasa erat, dan tak jarang keharuan menyelimuti saat rangkulan penuh kasih sesama muslim terjalin.

Pengamatan empiris menunjukkan bahwa umat Nabi Muhammad saw telah merayakan Idul Fitri, dan menegaskan bahwa satu sunnah beliau masih terjaga. Namun ketika pengamatan empiris itu dilepas sembari merenung, maka muncul sebuah pertanyaan; apakah hakikat Idul Fitri sebagaimana yang dikehendaki Allah Swt yang disampikan melalui sunnah Rasul saw sudah termanifestasi, atau hanya sebatas mewarisi tradisi dan berlalu sebagai sebuah seremonial belaka?

Islam adalah agama yang indah dan paripurna yang mengajarkan seluruh aspek kehidupan manusia. Islam mengajarkan adab dan akhlak yang tinggi, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda, menjaga keharmonisan hubungan keluarga dan menghilangkan hal-hal yang dapat merusak hubungan persaudaraan. Karena itu, Islam sangat menganjurkan silaturrahmi. Bahkan dapat dikatakan inti dari ajaran Islam itu sendiri adalah silaturrahmi. Sebagaimana hadis Rasul saw, “Diriwayatkan dari Abu Umamah ra, dia berkata: Amr bin `Abasah as-Sulami berkata: Dengan apa Allah mengutusmu? Rasulullah saw menjawab: Allah mengutusku dengan silaturrahim, menghancurkan berhala dan agar Allah ditauhidkan, Dia tidak disekutukan dengan sesuatu pun.” (HR. Muslim).

Janji Allah Swt
Silaturrahmi yang dimaknai sebagai menyambung tali kasih sayang, merupakan bagian dari kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Sedangkan kasih sayang adalah sifat Allah Swt yang banyak disebutkan dalam Alquran. Maka, sebagai orang yang takwa kepada-Nya seharusnya berupaya untuk meneladani sifat keutamaan Allah tersebut dalam kehidupan. Sesuai janji Allah yang akan menjadikan kasih sayang ada di dalam hati orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yang Maha Rahman (Allah Swt) akan menanamkan perasaan kasih sayang bagi sesamanya.” (QS. Maryam: 96).

Karena itu, jika seseorang memiliki sifat kasih sayang terhadap sesama, maka Allah akan mengasihinya. Dan kasih sayang Allah ini akan diletakkan di hati para malaikat dan manusia, sehingga mereka akan mengasihi orang yang memberikan kasihnya kepada orang lain dan begitu pula sebaliknya.

Meskipun hari raya Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan dan merajut tali silaturrahmi, sebagai cara untuk mengakrabkan jalinan persaudaraan yang sudah lama tidak bertemu karena terhalang oleh waktu dan tempat yang jauh. Namun sebenarnya silaturrahmi ini dilakukan kapan dan dimanapun. Manfaat silaturahmi itu sendiri sangat besar dalam membentuk karakter umat muslim nantinya.

Dengan silaturrahmi dapat memupuk rasa cinta dan kasih terhadap sesama, sehingga diharapkan terjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Bersatu dalam tali persaudaraan dan persahabatan sehingga kesan agama rahmatan lil ‘alamin terpancar dari ukuhuwah yang selalu terjalin antar sesama kaum muslim. Rasulullah saw bersabda, “Bukanlah bersilaturrahmi orang yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR. Bukhari).

Dalam konteks sosial budaya, silaturrahmi dilakukan dengan cara halal bihalal pada saat Iedul Fitri. Namun, istilah halal bihalal ini tidak ditemukan dalam AlQuran dan Hadis. Akan tetapi dua kata berangkai yang sering diucapkan dalam suasana Iedul Fitri lebih dikenal dikalangan masyarakat Indonesia. Sesuai cirinya, masyarakat Indonesia memiliki sifat kolektivisme dan kerelasian, yaitu kecenderungan melakukan sesuatu secara bersama, berkumpul dalam kelompok masyarakat, dan menekankan pada relasi antarindividu dalam masyarakat. Ini artinya, berelasi sosial merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help