Salam

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

Pada 15 Juni 2018, insya Allah kita akan merayakan Idul Fitri 1439 H. Guna menyambut datangnya hari kemenangan

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin
Umat muslim melaksanakan Shalat Idul Fitri. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Pada 15 Juni 2018, insya Allah kita akan merayakan Idul Fitri 1439 H. Guna menyambut datangnya hari kemenangan itu, kita semua tentu sudah jauh-jauh hari menyiapkan berbagai keperluan. Mulai rencana mudik, hidangan, hingga baju baru yang dipakai di Hari Raya itu. Biasanya, semua kita siapakan dengan cara yang sangat bersahaja.

Namun, Islam mengingatkan dalam merayakan lebaran tidak dengan berhura-hura. Sebagai muslim kita diingatkan supaya menghindari perbuatan mubazir. Semua harus sesuai dengan “ukuran” keuangan dan kepantasan. Apalagi, kondisi keuangan kita mungkin sedang dalam posisi tidak menguntungkan.

Ya, seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya , setelah sebulan berpuasa, harus memiliki sikap tetap istiqamah. Muslim yang meraih kemenangan sudah tentu mampu menahan nafsu dan amarahnya. Juga harus tetap akan memiliki kepekaan sosial tinggi, dan peduli kepada lingkungannya.

Dan, dalam suasana Idul Fitri diharapkan tak ada umat yang dalam kesedihan, kesusahan, dan kemiskinan. Justru itulah, beberapa hari sebelum Idul Fitri datang, diwajibkan bagi umat muslim yang mampu untuk membayar zakat yang berupa zakat fitrah kepada fakir miskin sebagai bentuk

dari berbagi kebahagiaan dari mereka yang tidak berpunya agar bisa merasakan suka cita pada Hari Kemenangan tersebut.

Salah satu harapan dari puasa di bulan Ramadhan adalah untuk melahirkan semangat dan tanggung jawab yang baru. Puasa harus memperkuat kedisiplinan, memperkokoh keyakinan, merekatkan kebersamaan, karena dalam ibadah puasa ada rutinitas kegaitan ibadah seperti berbuka bersama, shalat bersama, dan bangun bersama yang semuanya diawali dengan niat ikhlas untuk menunaikan kewajiban.

Lebih dari itu, Idul Fitri juga mengajak kita untuk bersih diri luar dan dalam. Kita dianjurkan untuk menghilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, dan rasa sombong. Rasa-rasa yang buruk itu harus kita gantikan dengan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan. Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan.

“Setelah bermaaf-maafan, mari kita buka lembaran baru yang masih putih. Ayo kita perbanyak silaturahmi untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah suci,” begitu pesan seorang ulama.

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help