Luar Negeri

Sistem Rudal S-500 Lebih Mengerikan, Turki Tawarkan Kerja Sama Produksi Dengan Rusia

"Saya telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, dan menawarkan proposal kemungkinan memproduksi S-500 bersama,"

Sistem Rudal S-500 Lebih Mengerikan, Turki Tawarkan Kerja Sama Produksi Dengan Rusia
Inilah contoh sistem rudal S-500 yang tengah dikembangkan Rusia. Sistem yang bakal digunakan di 2020 ini diklaim bisa mencegat rudal hipersonik sekalipun.(Sputnik/Sergei Malgavko) 

SERAMBINEWS.COM - Perkembangan persenjataan terus mengalami kemajuan.

Dunia berlomba-lomba memiliki senjata canggih, termasuk yang mampu merontokkan rudal paling canggih lawan.

Keinginan Turki menjalin kerja sama dengan Rusia di sektor militer tidak sebatas pembelian sistem rudal S-400 saja.

Baca: Rusia Kembangkan Senjata Baru, Anggarkan Dana Rp 21 Triliun, Putin Peringatkan Negara Lain

Dilansir Hurriyet dan Sputnik Kamis (14/6/2018), Presiden Recep Tayyip Erdogan berkata dia tengah menjajaki kemungkinan kerja sama untuk memproduksi sistem rudal generasi terbaru, S-500.

"Saya telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, dan menawarkan proposal kemungkinan memproduksi S-500 bersama," kata Erdogan dalam wawancara dengan 24TV.

S-500 Prometey, atau 55R6M Triumfator-M, merupakan sistem pertahanan rudal darat ke udara dan anti-serangan rudal balistik.

Sistem pertahanan tersebut rencananya bakal menjadi penunjang S-400, dan menggantikan A-135 yang beroperasi sejak 1995.

Baca: Mahasiswa Ini Iseng Undang Presiden Turki Sahur Bareng, Jawaban Erdogan Bikin Heboh Satu Asrama

S-500 lebih mengerikan karena diklaim mempunyai jarak operasional hingga 600 kilometer, dan mampu merontokkan rudal konvensional hingga hipersonik.

Sistem tersebut bisa mendeteksi adanya rudal hipersonik berkecepatan lima kilometer per detik, dan secara beruntun bisa menghancurkan 10 di antaranya.

Rencananya, sistem pertahanan yang bisa merespon kurang dari empat detik tersebut bakal masuk ke militer Rusia pada 2020 mendatang.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help