Dua Rumah Hangus Terbakar di Takengon

Dua unit rumah berkonstruksi permanen dan semi permanen hangus terbakar pada dua hari berturut pada hari pertama

Dua Rumah Hangus Terbakar di Takengon
IST
Satu unit rumah masyarakat di Kampung Silih Mara, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (17/6/2018) terbakar saat pemilik rumah tersebut sedang mudik. 

* Pemilik Mudik ke Kampung Halaman

TAKENGON - Dua unit rumah berkonstruksi permanen dan semi permanen hangus terbakar pada dua hari berturut pada hari pertama dan kedua lebaran. Pertama, menimpa menimpa Kampung Jamur Mesin, Kecamatan Linge pada malam lebaran, Jumat (15/6) dinihari, sekira pukul 00.23 WIB. Ketika kejadian, rumah yang hangus terbakar, tidak berpenghuni lantaran di tinggal pemiliknya yang mudik ke kampung halaman masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Thamrin Elasri, Senin (18/6) mengatakan insiden kebakaran yang terjadi di Kampung Jamur Mesin, Linge, awalnya diketahui pengendara sepeda motor yang hendak melintas ke arah Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

“Pengendara ini, melaporkan kejadian kepada warga yang kebetulan sedang menonton pertandingan Piala Dunia,” sebut Thamrin. Mendapat laporan, warga berduyun-duyun menuju lokasi untuk memadamkan api yang sedang melahap bangunan berkontruksi papan milik Amat aman Jum (45).

“Angin bertiup kencang saat kejadian, sehingga kobaran api sulit dipadamkan, sehingga rumah korban rata dengan tanah,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah ini.

Ditambahkan, jumlah kerugian materil yang diderita korban musibah angin puting beliung dan kebakaran, belum bisa diprediksi. Pasalnya, pemilik rumah yang kediamannya hangus dilahap si jago merah di Kampung Jamur Mesin belum kembali dari mudik lebaran. “Bantuan juga baru disalurkan pada Kamis nanti karena pemilik rumah yang terbakar, belum pulang,” katanya.

Insiden serupa juga terjadi Bener Meriah, dimana rumah Egawati (35), warga Kampung Selisih Mara, Kecamatan Bandar ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (17/8) dinihari. Menurut Safrizal, warga setempat menjelaskan ketika dirinya sedang menonton Piala Dunia, sekira pukul 23.30 WIB.

Dia mengaku mendengar orang meminta tolong dari luar rumah bahwa telah terjadi kebakaran. “Ketika saya keluar rumah, terlihat sudah ada api, lantas berlari menuju rumah yang terbakar, namun sesampainya disana, rumah masih terkunci dengan gembok dari luar,” katanya.

Dia menjelaskan, karena api sudah membesar, dia bersama masyarakat Kampung Selisih Mara mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, rumah milik tenaga honorer tersebut tidak bisa diselamatkan, karena api dengan cepat membesar.

“Api cepat membesar, karena dalam beberapa hari ini angin berhembus kencang, akibatnya kami tidak bisa menyelamatkan rumah itu ketika api sedang kecil,” terangnya. Sedangkan pemilik rumah semi permanen yang rata dengan tanah tersebut sedang berkunjung ke kampung halamannya di Bintang, Kecamataan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya mengerahkan tiga unit pemadam kebakaran, sehingga pada Senin (18/6) sekira pukul 00.30 WIB, api berhasil dipadamkan.

“Satu rumah mengalami rusak berat dan rata dengan tanah, sementara satu unit rumah lainnya rusak,” ucapnya. Diduga kebakaran akibat korsleting listrik, walau rumah dalam keadaan kosong ditinggal mudik pemiliknya. Akibat dari musibah tersebut, kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Kita sudah berikan bantuan masa panik, untuk sementara korban yang terkena imbas, mengungsi ke kerabat terdekat,” papar Kabid Kedaruratan BPBD Bener Meriah ini.(my/c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help