Gelombang Tinggi, Kapal Stop Berlayar

Gelombang tinggi disertai angin kencang melanda Perairan Sabang sejak Senin (18/6) siang

Gelombang Tinggi, Kapal Stop Berlayar
Kapal lambat KMP Tanjung Burang dan KMP BRR 

BANDA ACEH - Gelombang tinggi disertai angin kencang melanda Perairan Sabang sejak Senin (18/6) siang. Akibatnya, sejumlah jadwal pelayaran dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Balohan Sabang atau sebaliknya terpaksa dihentikan.

Pantauan Serambi di Pelabuhan Ulee Lheue kemarin, terdapat ratusan penumpang yang sudah memadati area pelabuhan menunggu keberangkatan menuju Pulau Weh (Sabang). Namun sekitar pukul 14.00 WIB, pihak otoritas pelabuhan mengeluarkan pengumuman bahwa pelayaran dihentikan karena cuaca buruk. Kapal akan diberangkatkan kembali besok (hari ini, red) jika cuaca membaik.

Dengan dikeluarkannya pengumuman oleh pihak otoritas, sebagian besar penumpang langsung meninggalkan pelabuhan. Sementara penumpang yang berasal dari luar Aceh memilih bertahan di kompleks pelabuhan.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Rusmansyah, kepada Serambi mengatakan, gelombang tinggi dan angin kencang melanda perairan Sabang sejak Senin siang. Ketinggian gelombang mencapai 4 meter, terutama di kawasan area Ujong Seukee. Ketinggian gelombang tersebut dinyatakan membahayakan untuk pelayaran.

“Tadi (kemarin) kapten kapal sudah menolak untuk berlayar, karena gelombang yang mencapai empat meter dan tak mungkin untuk dilayari karena dapat membahayakan keselamatan penumpang,” ujar Rusmansyah.

Hal serupa juga disampaikan Petugas Syahbandar Pelabuhan Ulee Lheue, Ahmad Fahruddin. Dikatakan, kondisi cuaca kemarin sangat membahayakan keselamatan pelayaran. “Menurut laporan BMKG dan nakhoda kapal, di tengah laut embusan angin sangat kencang, sehingga membuat ketinggian gelombang di laut mencapai 3-4 meter,” katanya.

Akibat dihentikan pelayaran tersebut, ada beberapa jadwal kapal cepat dan kapal lambat yang distop. Semestinya kemarin dari Banda Aceh masih ada jadwal kapal cepat pukul 14.00 WIB dan jadwal KMP BRR pukul 16.00 WIB, namun karena cuaca buruk, langsung dihentikan.

Rusmansyah menjelaskan, kemarin kapal cepat hanya berlayar satu trip masing-masing dari Sabang dan Banda Aceh. Kapal lambat berlayar dua kali dari Banda Aceh dan tiga kali dari Sabang, yang dilayani KMP Tanjung Burang dan KMP BRR. Sedangkan KMP Papuyu yang sempat diperbantukan ke rute Sabang, kemarin juga dihentikan pelayarannya.

Untuk besok (hari ini, red), Rusmansyah belum bisa memastikan jadwal keberangkatan kapal baik dari Banda Aceh maupun Sabang. Pelayaran akan disesuaikan dengan cuaca, gelombang, hingga jumlah penumpang. Sebanyak tiga kapal cepat dan dua kapal lambat akan melayani pelayaran di rute tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Ir Junaidi melalui Kabid Laut, Faisal, yang dimintai tanggapannya mengatakan, sudah menjadi prosedur tetap keselamatan pelayaran, jika tekanan angin mencapai diatas 30 knot yang mengahsilkan gelombang air di tengah laut antara 3-4 meter, semua jadwal pelayaran operasi kapal penumpang, harus dihentikan sementara demi keselamatan kapal dan penumpangnya.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheu3 Banda Aceh, Rusmansyah, menjelaskan, sebagian besar wisatawan yang akan menuju sabang memilih menitipkan kendaraan di Kompleks Pelabuhan Ulee Lheue. Dia memperkirakaan saat ini terdapat sekitar 200-an kendaraan roda empat yang terparkir di kompleks pelabuhan.

Ia menambahkan, sebagian besar kendaraan itu bernomor polisi Sumatera Utara dan Riau. Karena memang kunjungan ke Sabang didominasi wisatawan dari luar provinsi. Mereka memilih menitipkan kendaraan, karena enggan mengantre untuk masuk ke kapal.

“Saya memang mengimbau kepada wisatawan supaya menitipkan saja kendaraan di pelabuhan, karena antrian bisa panjang, baik saat pergi maupun saat pulang nanti, bisa-bisa mereka akan tertunda pulang jika antrean mobil panjang. Makanya lebih baik menyewa mobil saja di Sabang,” ujar Rusmansyah.

Ia menambahkan, karena saat ini jumlah wisatawan di Sabang sedang meningkat, pihaknya sangat memprioritaskan kendaraan pengangkut sembako dan menunda keberangkatan kapal pengangkut material seperti semen.(her/mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved