Salam

Syahid di Jalanan, Petaka Memilukan!

Setiap tahun, selalu saja ada korban yang meninggal dunia secara sia-sia akibat terjadi kecelakaan lalu lintas

Syahid di Jalanan, Petaka Memilukan!
IST
Kecelakaan L-300 dan damtruk di Abdya, Sabtu (9/6/2018). 

Setiap tahun, selalu saja ada korban yang meninggal dunia secara sia-sia akibat terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya, khusus dikaitkan dengan Hari Raya Idul Fitri. Anehnya, berbagai peristiwa tersebut tidak menjadi pelajaran bagi warga, sehingga Hari Raya Idul Fitri menjadi “zero accidents”.

Sampai Senin kemarin misalnya, terjadi sejumlah peristiwa di berbagai wilayah Aceh. Dua warga di Aceh Barat misalnya, dilaporkan meninggal dunia di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas selama Lebaran Idul Fitri 1439 H. Kasus kecelakaan itu terjadi pada dua lokasi terpisah.

Informasi diperoleh Serambi, kecelakaan pada Jumat malam adalah kecelakaan tunggal merenggut nyawa Mukhtar, warga Panton Reu, Aceh Barat. Kecelakaan pada malam hari itu ketika sepeda motor yang dikemudikan Mukhtar menabrak bak sampah di Jalan Singgah Mata II, Meulaboh. Mukhtar mengalami luka serius dan meninggal ketika sedang ditangani di RSU Cut Nyak Dhien, Meulaboh.

Kasus lain terjadi di Jalan Meulaboh-Samatiga di Suak Timah. Seorang warga Suak Timah, Yoza Rifqa (16) yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia akibat bertabrakan dengan mobil KIA asal Abdya yang meluncur ke arah Banda Aceh.

Sopir mobil KIA, Rudiawan, warga Manggeng, Abdya dan dua penumpang hanya mengalami cidera. Korban dilarikan ke RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh, sementara sepeda motor diamankan ke Satlantas Polres Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kasat Lantas AKP Rahmat Jayadi membenarkan terjadinya dua kasus kecelakaan lalulintas di Aceh Barat menyebabkan dua korban meninggal dunia.

Sebenarnya, upaya antisipasi terhadap kecelakaan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Aceh jauh-jauh hari, antara lain dilakukan pemasangan tambahan rambu lalu lintas di ratusan titik rawan kecelakaan di Aceh. Juga membuka pos khusus di ruas jalan yang dinilai sangat rawan kecelakaan lalu lintas. Tujuannya agar dengan adanya penempatan pos pengamaman arus mudik Lebaran 2018 di lokasi tersebut, kendaraan yang melintas di rute jalan rawan itu bisa menjadi lebih hati-hati.

Namun, kenyataannya adalah sekeras apa pun bantuan yang diberikan oleh petugas dimaksud belum bisa membuat pengendara untuk menghindar dari kecelakaan fatal yang berakibat meninggalnya korban secara sia-sia. Penyebabnya, ya itu tadi, lebih banyak dipengaruhi oleh sikap pengguna jalan raya yang tidak bisa disiplin.

Kasus ini tentu saja sangat mengkhawatirkan kita semua. Saat-saat lebaran yang seharusnya kita bisa berkumpul bersama keluarga untuk saling maaf-memaafkan, tetapi justru berubah menjadi duka. Ada keluarga kita yang harus pergi selama-lamanya di hari yang bahagia ini.

Untuk itu, kita berharap dengan adanya peristiwa kecelakaan ini hendaknya benar-benar menjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di tahun-tahun mendatang. Semoga mereka yang telah pergi itu mendapat pahala syahid di sisi Allah swt. Amin ya Rabb!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved