Tafakur

Menyikapi Kemungkaran

Siapa saja di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya dengan tangannya

Menyikapi Kemungkaran

Oleh: Jarjani Usman

“Siapa saja di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu juga, maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman” (HR. Muslim)

Bila mengaku tak melihat kemungkaran di sekitar kita, sungguh ini adalah kebohongan yang mencelakakan. Pengakuan ini memang tak mesti dengan kata-kata, tetapi dengan sikap yang ditunjukkan. Meskipun melihat dan mendengar banyak kemungkaran terjadi, banyak orang kini sudah memilih mengabaikannya.

Padahal mengabaikan terjadi kemungkaran termasuk sikap yang melanggar perintah Allah dan Rasulullah SAW. Banyak orang tua yang bahkan senang karena anak-anaknya memperoleh harta dari kemungkaran di zaman sekarang. Apalagi anak-anak dianggap sudah mandiri karena mempunyai rumah dan kendaraan mewah dari hasil kemungkaran. Padahal itu sesungguhnya sedang berada dalam jurang kehinaan dan tak sunggup lagi menarik diri ke jalan yang benar.

Perasaan senang juga kerap dialami oleh isteri-isteri dan anak-anak pelaku kemungkaran atau kejahatan. Sekeluarga hidup dengan kejahatan dan dosa berlapis-lapis, mulai dari membiarkan kejahatan dilakukan suami, merasa senang dengan kejahatan, menikmati hasil kejahatan, dan bahkan ikut melanjutkan kejahatan bersama-sama. Sungguh ini perilaku dari isteri-isteri orang-orang terpuji.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help