Polisi Berkuda Patroli Pantai

Polres Aceh Besar memiliki cara unik dalam menyampaikan imbauan kepada pengunjung pantai

Polisi Berkuda Patroli Pantai
Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH mengimbau pengunjung Pantai Lhoknga agar tidak beraktifitas di laut karena cuaca buruk. Foto direkam Selasa (19/6). 

BANDA ACEH - Polres Aceh Besar memiliki cara unik dalam menyampaikan imbauan kepada pengunjung pantai agar tidak beraktifitas di laut, mengingat cuaca buruk yang sedang melanda Aceh saat ini. Dengan menunggang kuda, polisi secara bergantian berpatroli dan menyapa masyarakat di sepanjang Pantai Lhoknga dan Lampuuk, sejak 19-24 Juni 2018, sore hari.

Meskipun menunggang kuda, imbauan untuk tidak berenang menggunakan pamflet tetap dipasang di beberapa titik di sepanjang pantai. Metode yang sudah sejak dulu dipraktikkan itu bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengunjung tempat wisata agar lebih berhati-hati terhadap badai dan gelombang tinggi yang sedang terjadi.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH melalui Kasat Lantas, AKP Vifa Fibriana Sari SIK kepada Serambi, Rabu (20/6) menbatakan, patroli berkuda itu dilakukan untuk memantau sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menyapa mereka secara langsung. “Cara ini juga jauh lebih efisien waktu dan tenaga, daripada berjalan kaki dari ujung ke ujung pantai. Lumayan bikin pegal,” ujarnya terkekeh.

Vifa mengatakan, patroli tersebut langsung dipimpin Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH. Selain dirinya, turut hadir Kabag Ren Kompol Syamsir, Kapolsek Lhoknga Iptu Edi, dan sejumlah anggota Satlantas Aceh Besar. “Kami imbau masyarakat agar tidak berenang di pantai karena cuaca dan ombak yang tidak mendukung. Meskipun ramai, situasi objek wisata aman terkendali,” jelasnya.

Menurut Vifa, Pantai Lhoknga dan Lampuuk masih menjadi pilihan utama masyarakat Aceh untuk berlibur selepas Lebaran. Untuk itu, pihaknya akan tetap standby di pos pam Lampuuk dan berpatroli pantai hingga Operasi Ketupat 2018 berakhir pada 24 Juni mendatang. “Intinya masyarakat tetap bisa berwisata tapi diharapkan lebih berhati-hati,” pungkasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved