Luar Negeri

Di China, Demam Piala Dunia 2018 Picu Serangan Jantung, Pingsan, hingga Kecelakaan

Meski kondisinya stabil, dokter mencatat serangan jantung itu dipicu tekanan darah tinggi yang sudah lama diidap Zhao.

Di China, Demam Piala Dunia 2018 Picu Serangan Jantung, Pingsan, hingga Kecelakaan
MLADEN ANTONOV/AFP
Carlos Sanchez menjadi pemain pertama yang mendapatkan kartu merah di Piala Dunia 2018 pada laga Kolombia vs Jepang di Saransk, 19 Juni 2018. 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Meski Piala Dunia 2018 digelar di Rusia tetapi gempitanya juga dirasakan warga Negeri Tirai Bambu yang memang dikenal amat menggilai sepak bola.

Seorang pria 56 tahun warga provinsi Hubei, China yang mendukung Jerman di Piala Dunia kali ini mengalami serangan jantung setelah tim kesayangannya itu kalah dari Meksiko dalam laga pembuka babak penyisihan Grup F.

Harian Wuhan Evening News menyebut pria bermarga Zhao itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan beruntung nyawanya bisa diselamatkan.

Baca: Bantu Korban Tragedi KM Sinar Bangun di Danau Toba, Hotman Paris Buktikan Transfer Rp 100 Juta

Baca: Kekalahan Telak Argentina dari Krosia di Piala Dunia 2018 Makan Korban, Seorang Pria Bunuh Diri

 Meski kondisinya stabil, dokter mencatat serangan jantung itu dipicu tekanan darah tinggi yang sudah lama diidap Zhao.

China memang tidak lolos ke putaran final Piala Dunia tetapi para dokter memperingatkan para penggemar sepak bola yang mengidap kelainan jantung atau tekanan darah tinggi agar mewaspadai meningkatnya risiko serangan jantung saat menyaksikan pertandingan sepak bola.

Dampak Piala Dunia di China berlanjut pada Senin (18/6/2018) di kota Chongqing, ketika seorang pria tak kuasa mengandalikan mobilnya dan menabrak sebuah rambu di dekat bandara.

Baca: Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris, Diduga Akan Meledakkan Bom saat Pilkada

Baca: Tancap Gas Usai Tabrak Pengendara Verza, Pengemudi Innova Ditangkap di Aceh Utara

Ternyata, pria itu menyaksikan siaran langsung laga Belgia melawan Panama sambil mengemudikan mobilnya. Demikian dikabarkan harian Chongqing Morning Post.

Si pengemudi, bermarga Jia, tidak mengalami cedera akibat kecelakaan itu tetapi mobilnya rusak parah.

Jia pernah berencana menjadi satu dari 10 ribu warga China yang berangkat ke Rusia.

Namun, dia membatalkan rencananya karena tak bisa meninggalkan pekerjaannya.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved