Citizen Reporter

Cara Malaysia Atasi Utang

KEDATANGAN saya ke Malaysia kali ini bukan hanya sekadar berlibur ataupun mengunjungi relasi. Alhamdulillah

Cara Malaysia Atasi Utang
Mahasiswi Psikologi dan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry Banda Aceh, delegasi Aceh dalam Program Upgrading Islamic Insight in Two Countries, Malaysia-Singapore, melaporkan dari Kuala Lumpur, Malaysia

FARHAH, Mahasiswi Psikologi dan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry Banda Aceh, delegasi Aceh dalam Program Upgrading Islamic Insight in Two Countries, Malaysia-Singapore, melaporkan dari Kuala Lumpur, Malaysia

KEDATANGAN saya ke Malaysia kali ini bukan hanya sekadar berlibur ataupun mengunjungi relasi. Alhamdulillah, saya terpilih sebagai salah satu delegasi Fully Funded dalam Program Upgrading Insight in Two Countries Singapore-Malaysia 2018 yang diselenggarakan oleh International Islamic Cultural Connnect (IICC). Ini merupakan lembaga yang fokus pada peningkatan pemahaman budaya Islam antarbangsa dan peningkatan kepedulian generasi muda muslim terhadap isu keislaman global.

Sebelumnya IICC telah memfasilitasi lebih kurang 40 pemuda Indonesia dari berbagai wilayah untuk memperdalam pemahaman budaya Islam di Malaysia dengan tema Connecting Moslem Solidarity yang berfokus kepada botherhood (persaudaraan sesama muslim).

Menyadari tingginya minat generasi muda Islam untuk bergabung dalam program ini, IICC akhirnya memperluas wilayah kunjungannya. Program yang kedua ini sangat menarik. Kami berkesempatan berkunjung ke dua negara sekaligus, yaitu Malaysia dan Singapura.

Mempelajari Islam di dua negara tersebut dengan tema Islam rahmatan lil’alamin. Di Malaysia sendiri kami berkunjung ke Petronas Twin Tower, Masjid Asy-Syakirin KLCC, International Islamic University of Malaysia, Global Peace Mission Malaysia, Central Market, dan beberapa situs sejarah Islam lainnya.

Tidak hanya itu, tentunya kami juga banyak berinteraksi dan melihat langsung praktik kehidupan muslim di Malaysia, salah satunya adalah momen berbuka puasa bersama warga lokal di Masjid Asy-Syakirin KLCC.

Masjid tersebut memang tidak jauh letaknya dari Petronas Twin Tower sehingga wajar jika banyak wisatawan dari Menara Kembar yang juga menyempatkan diri mengunjungi masjid ini sekaligus berbuka puasa dan shalat Magrib. Namun yang uniknya, dari ratusan muslim yang menunggu iftar di lantai dasar masjid tersebut didominasi oleh para pekerja dari Bangladesh. Memang di sekitaran masjid masih banyak pembangunan yang pekerjanya didominasi oleh imigran Bangladesh sehingga mereka bisa langsung menuju masjid saat jam kerja berakhir.

Di balik kehidupan sosial yang tenteram di Malaysia, banyak dari kita pasti sudah tahu bahwa negara tetangga ini juga sedang dilanda masalah perekonomian. Pergantian Perdana Menteri sekaligus sistem pemerintahan yang sekarang kembali jatuh ke tangan Tun Mahathir Mohamad yang dulu sempat memimpin selama 22 tahun hingga 2003. Pemerintahan Perdana Menteri yang berusia 92 tahun ini disambut oleh utang negara yang jumlahnya mencapai 1,8 trilliun Ringgit Malaysia. “Banyak ketirisan, utang negara 1,8 triliun ringgit, 20 tahun pun tak akan habis kita bayar,” jelas Khairul Ilmi, warga lokal Malaysia yang menjadi guide kami selama program IICCberlangsung.

Uniknya, Pemerintah Malaysia punya cara yang tak biasa dalam upaya menangani utang negara, yaitu dengan menggalang dana dari masyarakat ataupun crowdfunding. Keputusan ini diambil menindaklajuti inisiatif pribadi seorang warga Malaysia, Nik Shazarina Bakti (27) di website gogetfunding.com dengan tajuk Please Help Malaysia! Keputusan ini tentunya bukan satu-

satunya solusi yang disusun pemerintah, tapi tetap disambut pro-kontra masyarakat, banyak yang mendukung dan turut menyumbang namun tidak sedikit pula yang memberi respons negatif tanda tidak setuju.

Terlepas dari berbagai respons yang muncul, hingga saat ini dana yang terkumpul di website gogetfunding.com mencapai US$ 3,643.00 (14,583.22 MYR) dan total dana yang digalang pemerintah sudah melebihi 7 juta ringgit Malaysia. Saya jadi penasaran, bagaimana respons masyarkat jika sistem ini juga diterapkan di Indonesia?

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved