Soal Tol Aceh, Gubernur dan Wagub Berbagi Tugas

PROYEK jalan tol Aceh yang mulai diragukan kelanjutan pelaksanaannya oleh sejumlah pihak--termasuk oleh Bupati Aceh Besar

Soal Tol Aceh, Gubernur dan Wagub Berbagi Tugas
FOTO/IST
Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik membuka kegiatan konsultasi publik pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol sigli - Banda Aceh di Yayasan Minaraya Padang Tiji, Kamis (5/10/2017). 

PROYEK jalan tol Aceh yang mulai diragukan kelanjutan pelaksanaannya oleh sejumlah pihak--termasuk oleh Bupati Aceh Besar dan anggota DPRA dari daerah tersebut--disikapi oleh Gubernur Irwandi Yusuf.

Gubernur Irwandi didampingi Wagub Nova Iriansyah kepada wartawan di ruang kerjanya di P2K Setda Aceh, Jumat (22/6) mengatakan, masalah kelanjutan pelaksanaan tahapan proyek tol Aceh, sebagaimana dilaporkan PPK pembebasan tanah untuk proyek tersebut bukan lagi pada masyarakat, pemerintah kabupaten atau Pemerintah Aceh, melainkan di Pusat.

“Karena masalahnya di Pusat, kami dengan wagub berbagi tugas. Untuk menghadap presiden, menjadi tugas kami guna mempertanyakan kapan presiden ada waktu untuk ground breaking. Sedangkan terkait penyediaan dan pembebasan tanah, tugas wagub ke Menkeu dan LMAN,” ujar Irwandi Yusuf.

Irwandi mengatakan, masing-masing pihak yang menangani berbagai proyek strategis nasional di Aceh diminta untuk menjelaskan. Misalnya, proyek jalan tol Aceh, tahapan kerjanya sudah sampai dimana.

Terkait proyek jalan tol, menurut penjelasan PPK pembebasan tanahnya, tahapan pelaksanaan terus berjalan.

Terkait pembayaran tanah masyarakat yang terkena jalur tol Aceh, segmen Banda Aceh-Sigli sepanjang 74,2 km itu, menurut PPK-nya, usulan anggaran untuk pembebasan tanah sudah diajukan oleh Kementerian PUPR kepada Kementerian Keuangan pada minggu pertama Juni 2018 senilai Rp 350 miliar. Tapi sampai minggu ketiga Juni ini, belum ada info apakah Kementerian Keuangan sudah menyetujui atau belum.

Karena belum ada info itulah, Gubernur Irwandi Yusuf bersama Wagub Nova Iriansyah berbagi tugas. Bagi tugas tersebut dinilai sangat penting agar tahapan pelaksanaan proyek jalan tol di Aceh tidak terhenti. Misalnya untuk pelaksanaan ground breaking oleh Presiden Jokowi, menurut Irwandi sudah pernah disurati pada bulan Mei 2018 tetapi sampai kini pihak Sekretaris Kepresidenan belum menjawab. “Karenanya kami akan minta waktu lagi untuk bertemu langsung Pak Presiden Jokowi di Istana Negara,” ujar Irwandi Yusuf.

Jangan takut
Irwandi mengatakan, masyarakat yang tanahnya terkena jalur tol yang tanahnya sudah diukur dan diverifikasi jangan takut tidak dibayar namun diharapkan bisa bersabar. “Pemerintah Pusat akan membayar setelah semua tahapan untuk pembayarannya selesai dilakukan oleh tim verifikasi tanah dari Kanwil BPN Aceh dan tim penilai harga tanah yang kini masih bekerja di lapangan,” ujarnya.

PPK Pembebasan Tanah Jalan Tol Aceh, Alfisyah mengatakan, tahapan pelaksanaan pengadaan jalan tol itu ada empat, yaitu pencacahan, persiapan lahan, pelaksanaan, dan penyerahan hasil. Semua tahap, menurut Alfisyah sudah selesai kecuali tahap penyerahan hasil sebagian lagi belum selesai.

Masih adanya tahapan yang belum selesai karena target pengadaan tanah bertambah dari sebelumnya 2.000-an persil menjadi 3.000-an persil dari 853 hektare tanah yang dibutuhkan.

Menurut Alfisyah, dari 10 kecamatan yang menjadi sasaran pengadaan tanah, ada tiga kecamatan yang menjadi prioritas I yaitu Blangbintang, Montasik, dan Indrapuri karena awal tahun depan akan dilakukan pembangunan fisik sepanjang 13 kilometer pada jalur tersebut oleh kontraktornya, PT Hutama Karya.

Untuk pembebasan tanah masyarakat yang terkena jalur pemmbangunan jalan tol seksi IV, Blangbintang-Montasik-Indrapuri, pihak Kementerian PUPR sudah mengusulkan anggaran pembebasan tanah senilai Rp 350 miliar kepada Menkeu pada awal Juni 2018, namun hingga kini belum diketahui tidak lanjutnya.(her)

evaluasi proyek
strategis nasional

* Proyek strategis nasional di Aceh yang dievaluasi pada rapimsus antara lain jalan tol Aceh, KEK Arun, geothermal Seulawah Agam, dan bendungan Krueng Keureuto
* Eksplorasi panas bumi (geotermal) Jaboi, Sabang oleh PT Sabang Energi Geotermal baru menemukan satu titik sumber energi listrik dengan potensi 15 megawatt (MW)
* PT Sabang Energi Geotermal akan melakukan pengeboran kedua guna mendapatkan sumber panas bumi yang bisa menghasilkan tenaga listrik minimal sebesar titik pengeboran pertama, 15 MW karena kalau baru satu titik saja dinilai belum ekonomis
* Terkait jalan Aceh, permasalahannya bukan lagi pada masyarakat, pemerintah kabupaten atau Pemerintah Aceh, melainkan di Pusat
* Karena masalahnya di Pusat, Gubernur dan Wagub Aceh akan berbagi tugas dan Gubernur Irwandi akan menghadap Presiden sedangkan terkait penyediaan dan pembebasan tanah, tugas Wagub ke Menkeu dan LMAN.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help