Pembunuhan di Gampong Mulia

Negara Berikan Pengacara Gratis untuk Terdakwa Pembunuh Asun Sekeluarga, Ini Alasannya

Ridwan didakwa melakukan pembunuhan sadis terhadap Asun sekeluarga pada Jumat, 5 Januari 2018 sekira pukul 14.30 WIB

Negara Berikan Pengacara Gratis untuk Terdakwa Pembunuh Asun Sekeluarga, Ini Alasannya
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Ridwan, terdakwa pembunuh Asun 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ridwan (22), terdawak pembunuh Tjie Sun alias Asun (48) bersama istri dan putra mereka, Minarni (40) dan Calliestos NG (8), mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa (26/6/2018).

Terdakwa Ridwan dihadirkan ke muka persidangan dengan didampingi pengacaranya, Ramli Husen SH dan Kadri Sufi SH.

Ramli dan Kadri merupakan pengacara yang ditunjuk oleh negara karena Ridwan yang menghadapi kasus dengan ancaman hukuman berat tidak ada pengacara.

“Apakah saudara bersedia disediakan penasihat hukum,” tanya Ketua Majelis Hakim, Totok Yanuarto SH MH kepada Ridwan sesaat setelah sidang dibuka.

(Baca: 10 Fakta Pembunuhan Sadis di Gampong Mulia, No 7 Sangat Menyeramkan)

(Baca: VIDEO: Ditangkap, Tersangka Pembunuh Asun Sekeluarga di Gampong Mulia Mengaku Sakit Hati)

Untuk diketahui, Ridwan terpaksa disediakan pengacara gratis karena terdakwa tidak memiliki pengacara dalam menghadapi kasus yang menimpanya.

Ridwan didakwa melakukan pembunuhan sadis terhadap Asun sekeluarga pada Jumat, 5 Januari 2018 sekira pukul 14.30 WIB.

Kejadian itu terjadi di dalam rumah toko (ruko) yang sekaligus dijadikan sebagai gudang barang grosir milik korban di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Pada sidang perdana, JPU mengungkapkan motif dan kronologis pembunuhan terhadap Asun sekeluarga.

Dari uraian dakwaan diketahui Ridwan melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati dengan tuannya yang mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa diterima oleh Ridwan.

Hanya gegara itu, Ridwan dengan tega menghabisi nyawa Asun, termasuk istri dan anak korban dengan cara yang sadis yaitu menggorok leher korban.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340, Pasal 339, dan Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman dengan hukuman mati. (*)

Baca berita-berita terkait kasus pembunuhan Asun Sekeluarga di Gampong Mulia di SINI

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved